Kamis, 09 Mei 2013

kepustakaan kimia


Bagian I
PERPUSTAKAAN

A.    Latar belakang
Zaman global sekarang, pendidikan merupakan sesuatu yang penting karena pendidikan merupakan akara dari peradaban sebuah bangsa. Pendidikan sekarang telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki setiap orang agar bias menjawab tantangan kehidupan. Untuk memperoleh pendidikan, banyak banyak cara yang kita capai, diantaranya melalui perpustakaan karena di perpustakaan berbagai sumber informasi bias kita peroleh. Selain itu, banyak juga manfaat lain yang dapat kita peroleh melalui perpustakaan. Ketika kita mendengar kata perpustakaan, dalam benak kita langsung terbayang sederetan buku-buku yang tersusun rapi di dalam rak sebuah ruangan. Pendapat ini kelihatannya benar, tetapi kalau kita mau memperhatikan lebih lanjut, hal ini belumlah lengkap karena setumpuk buku yang diatur di rak sebuah toko buku tidak dapat disebut sebagai perpustakaan. Memang pengertian perpustakaan terkadang rancu dengan istilah-istilah pustaka, pustakawan, kepustakawanan, dan ilmu perpustakaan. Secara harfiah, perpustakaan sendiri masih dipahami sebagai sebuah bangunan fisik tempat menyimpan buku-buku atau bahan pustaka. Selain itu, perpustakaan juga dapat diartikan sebagai sebuah ruang dimana di dalamnya terdapat banyak buku yang disusun berdasadarkan sistem tertentu untuk digunakan sebagai media dalam mencari ilmu dan wawasan bagi semua orang. Dengan semakin berkembangnya kegiatan dan inventaris suatu buku pada sebuah perpustakaan serta semakin bertambahnya anggota, maka diperlukan suatu sistem informasi yang dapat menampung semua informasi mengenai data-data tersebut secara tepat.
Berdasarkan hal tersebut, dalam bab ini dibahas secara mendalam tentang pengantar umum perpustakaan yang meliputi pengertian perpustakaan, maksud dan tujuan pendirian perpustakaan, jenis-jenis perpustakaan, peranan, tugas dan fungsi perpustakaan, aktifitas pokok perpustakaan, perpustakaan sebagai disiplin ilmu dan sebagainya agar manusia mampu mengetahui dan memahami bagaimana sebenarnya prosedur-prosedur tentang perpustakaan.

B.     Pengertian Perpustakaan
Dalam bahasa Indonesia dikenal istilah “perpustakaan” (berasal dari kata Sansekerta pustaka) artinya kitab, buku. Dalam bahasa Inggris, pembaca tentu mengenal istitah library (berasal dari kata Latin liber atau libri) artinya buku. Dari kata Latin tersebut terbentuklah istilah librarus yang artinya tentang buku. Dalam bahasa Belanda bibliotheek, Jerman bibliothek, Perancis bibliothrquo, Spanyol bibliotheca, Portugal bibliotheca. Semua istilah itu (berasal dari bahasa Yunani biblia) artinya tentang buku, kitab. Dari istilah-istilah di atas diperoleh batasan perpustakaan merupakan kumpulan buku, manuskripsi dan bahan pustaka lainnya yang digunakan untuk keperluan studi atau bacaan, kenyamanan atau kesenangan. (Webster’s Third Edition International Dictionary,1961).
Perpustakaan diartikan sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca bukan untuk dijual. (Sulistyo, Basuki ; 1991).
Ada dua unsur utama dalam perpustakaan, yaitu buku dan ruangan. Namun di zaman sekarang, koleksi sebuah perpustakaan tidak hanya terbatas berupa buku-buku tetapi bias berupa film, slide, atau lainnya, yang dapat diterima di perpustakaan sebagai sumber informasi. Kemudian semua sumber informasi itu diorganisir,disusun teratur, sehingga kita membutuhkan suatu informasi, kita dengan mudah dapat menemukannya. Dengan memperhatikan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dan dapat digunakan oleh pemakainya sebagai sumber informasi. (Sugiyanto,1991).
Menurut RUU Perpustakaan pada Bab I Pasal I menyatakan Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolahnya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan. Perpustakaan adalah fasilitas atau tempat menyediakan sarana bahan bacaan. Tujuan dari perpustakaan sendiri, khususnya perpustakaan perguruan tinggi adalah memberikan layanan informasi untuk kegiatan belajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. (Wiranto dkk, 1997).
Secara umum dapat disimpulkan bahwa pengertian perpustakaan adalah suatu institusi unit kerja yang menyimpan koleksi bahan pustaka secara sistematis dan mengelolanya dengan cara khusus sebagai sumber informasi dan dapat diunakan oleh pemakainya. Namun, saat ini pengertian tradisional dan paradigm lama mulai tergeser seiring perkembangan berbagai jenis perpustakaan, variasi koleksi dalam berbagai format memungkinkan perpustakaan secara fisik tidak lagi berupa gedung penyimpanan koleksi buku. Banyak kalangan terfokus untuk memandang perpustakaan sebagai sistem, tidak lagi menggunakan pendekatan fisik. Sebagai sebuah sistem perpustakaan terdiri dari beberapa unit kerja atau bagian yang terintegrasikan melalui sistem yang dipakai untuk pengolahan, penyusunan dan pelayanan koleksi yang mendukung berjalannya fungsi-fungsi perpustakaan. Perkembangannya menempatkan perpustakaan menjadi sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya. Dari istilah pustaka, berkembang istilah pustakawan, kepustakaan, ilmu perpustakaan, dan kepustakawanan yang akan dijelaskan sebagai berikut :
1.      Pustakawan adalah orang yang bekerja pada lembaga-lembaga perpustakaan atau sejenis dan memiliki pendidikan perpustakaan secara formal.
2.      Kepustakaan adalah bahan-bahan yang menjadi acuan atau bacaan dalam menghasilkan atau menyusun tulisan baik berupa artikel, karangan, buku, laporan dan sejenisnya.
3.      Ilmu perpustakaan adalah bidang ilmu yang mempelajari dan mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan perpustakaan baik dari segi organisasi koleksi, penyebaran dan pelestarian ilmu pengetahuan teknologi dan budaya serta jasa-jasa lainnya kepada masyarakat, hal lain yang berkenaan dengan jasa perpustakaan dan peranan secara lebih luas.
4.      Kepustakawanan adalah hal-hal yang berkaitan dengan upaya penerapan ilmu perpustakaan dan profesi kepustakawanan.
  
C.    Maksud Dan Tujuan Pendirian Perpustakaan
Aktivitas utama dari perpustakaan adalah menghimpun informasi dalam berbagai bentuk atau format untuk pelestarian bahan pustaka dan sumber informasi, sumber ilmu pengetahuan lainnya. Untuk mencapai visi, misi, dan tujuannya perpustakaan menjalankan aktivitas-aktifitas pokok meliputi pengembangan, pengolahan dan pelayanan koleksi. Maksud pendirian perpustakaan adalah :
1.      Menyediakan sarana atau tempat untuk menghimpun berbagai sumber informasi untuk dikoleksi secara terus-menerus, diolah dan diproses.
2.      Sebagai sarana atau wahana untuk melestarikan hasil budaya manusia (ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya) melalui aktivitas pemeliharaan dan pengawetan koleksi.
3.      Sebagai agen perubahan (Agent of Changes) dan agen kebudayaan serta pusat informasi dan sumber belajar mengenai masa lalu, sekarang, dan masa akan dating.
4.      Selain itu, juga dapat menjadi pusat penelitian, rekreasi dan aktivitas ilmiah lainnya.
Tujuan pendirian perpustakaan adalah untuk menciptakan masyarakat terpelajar dan terdidik, terbiasa membaca, berbudaya tinggi serta mendorong terciptanya pendidikan sepanjang hayat (Long life education).
Cara melihat sesuatu sebagai disiplin ilmu yaitu subyek kajian, aplikasi dan kapasitas, metode dan hasil akhir. Ilmu perpustakaan dan informasi menurut Syhabuddin Qolyabu (2003 ; 63) diartikan sebagai ilmu yang mempelajari dan mengkaji rekaman informasi, struktur, dinamika dan transferan informasi, cara memperoleh, mencatat, menyimpan dan menemukan kembali untuk didayagunakan dan didistribusikan. Ilmu perpustakaan dapat dikatakan sebagai disiplin dapat dilihat dari tiga dimensi, yaitu produk, proses dan masyarakat (Daoed Joesoef 1987). Disiplin ilmu menurut Thomson sebagai body of knowledge, sekelompok konsep yang diajarkan bersama. Perpustakaan dipandang sebagai ilmu dari tiga aspek yaitu :
1.      Ontologis, ilmu perpustakaan dapat dikaji dari defenisi dan obyek yang menjadi kajiannya.
2.      Epistemologis, bahwa ilmu perpustakaan memiliki kerangka pemikiran logis dan konsisten dengan argument yang tersusun sebelumnya, menjabarkan hipotesisi sebagai deduksi kerangka pemikirannya, dan melakukan falsifikasi dan verifikasi atas hipotesisi dan mengujinya secara factual.
3.      Aksiologis, bahwa terbukti ilmu perpustakaan telah membawa kemaslahatan bagi umat manusia.
Dengan demikian ilmu perpustakaan dapat berdiri sebagai disiplin ilmu tersendiri. Saat ini perkembangannya terpengaruhi oleh banyak bidang ilmu namun syarat-syarat di atas terpenuhi.

D.    Jenis-Jenis Perpustakaan
Jenis-jenis perpustakaan yang ada dan berkembang di Indonesia menurut penyelenggaraan dan tujuannya dibedakan menjadi :
1.      Perpustakaan digital adalah Perpustakaan yang berbasis teknologi digital atau mendapat bantuan komputer dalam seluruh aktivitas di perpustakaannya secara menyeluruh. Contohnya buku atau informasi dalam format elektrik book, piringan, pita magnetic, CD atau DVD room.
2.      Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, selanjutnya disebut Perpustakaan Nasional, adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang perpustakaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang berkedudukan di Ibukota Negara.
3.      Perpustakaan Provinsi adalah Lembaga Teknis Daerah Bidang Perpustakaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Provinsi yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengembangan perpustakaan di wilayah provinsi serta melaksanakan layanan perpustakaan kepada masyarakat.
4.      Perpustakaan Kabupaten/Kota adalah Lembaga Teknis Daerah Bidang Perpustakaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengembangan perpustakaan di wilayah Kabupaten/Kota serta melaksanakan layanan perpustakaan kepada masyarakat umum.
5.      Perpustakaan umum : Perpustakaan yang ada di bawah lembaga yang mengawasinya. Perpustakaan umum terbagi atas :
a.       Perpustakaan Umum Kecamatan, adalah perpustakaan yang berada di Kecamatan sebagai cabang layanan Perpustakaan Kabupaten/Kota yang layanannya diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah masing-masing.
b.      Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan adalah perpustakaan yang berada di Desa/Kelurahan sebagai cabang layanan Perpustakaan Kabupaten/Kota yang layanannya diperuntukkan bagi masyarakat di desa/kelurahan masing-masing.
6.      Perpustakaan Khusus : Perpustakaan yang diperuntukkan untuk koleksi-koleksi di toko terkenal. Contoh : Perpustakaan Bung Hatta.
7.      Perpustakaan Lembaga Pendidikan : perpustakaan yang berada di lingkungan lembaga pendidikan (SD, SMP, SMA, PT, dan LSM). Contohnya : Perpustakaan Universitas. Pada perpustakaan tingkat PT, perpustakaan dapat dibagi kembali menjadi dua, yaitu : perpustakaan pusat dan perpustakaan tingkat fakultas.
8.      Perpustakaan Lembaga Keagamaan : Perpustakaan yang berada di lingkungan lembaga keagamaan. Contohnya : Perpustakaan Masjid, Perpustakaan Gereja dan sebagainya.
9.      Perpustakaan pribadi : Perpustakaan yang diperuntukan untuk koleksi sendiri dan dipergunakan dalam ruang lingkup yang kecil. Contohnya : Perpustakaan Keluarga.

E.     Peranan, Tugas, Dan Fungsi Perpustakaan
1.      Peranan dan Tugas Perpustakaan
Peranan Perpustakaan
Setiap Perpustakaan dapat mempertahankan eksistensinya apabila dapat menjalankan peranannya. Secara umum peran-peran yang dapatdilakukan adalah :
a.       Menjadi media antara pemakai dengan koleksi sebagai sumber informasi pengetahuan.
b.      Menjadi lembaga pengembangan minat dan budaya membaca serta pembangkit kesadaran pentingnya belajar sepanjang hayat.
c.       Mengembangkan komunikasi antara pemakai dan atau dengan penyelenggara sehingga tercipta kolaborasi, sharing pengetahuan maupun komunikasi ilmiah lainnya.
d.      Motivator, mediator dan fasilitator bagi pemakai dalam usaha mencari, memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan pengalaman.
e.       Berperan sebagai agen perubah, pembangunan dan kebudayaan manusia.

Tugas Perpustakaan
Setiap perpustakaan memiliki kewajiban yang sudah ditentukan dan direncanakan untuk dilaksanakan. Tugas setiap jenis perpustakaan berbeda-beda sesuai dengan kewajiban yang ditetapkan.

2.      Fungsi Perpustakaan
Pada umumnya perpustakaan memiliki fungsi :
a.       Fungsi penyimpanan, bertugas menyimpan koleksi (informasi) karena tidak mungkin semua koleksi dapat dijangkau oleh perpustakaan.
b.      Fungsi informasi, perpustakaan berfungsi menyediakan berbagai informasi untuk masyarakat.
c.       Fungsi pendidikan, perpustakaan menjadi tempat dan menyediakan sarana untuk belajar baik di lingkungan formal maupun non formal.
d.      Fungsi rekreasi, masyarakatdapat menikmati rekreasi cultural dengan membaca dan mengakses berbagai sumber informasi hiburan seperti Novel, cerita rakyat, puisi dan sebagainya.
e.       Fungsi kultural, perpustakaan berfungsi untuk mendidik dan mengembangkan apresiasi budaya masyarakat melalui berbagai aktivitas. Seperti pameran, pertunjukan, bedah buku, mendongeng, seminar dan sebagainya.

F.     Otomasi Perpustakaan
1.      Pengertian Otomasi Perpustakaan
Otomasi perpustakaan adalah sebuah proses pengelolaan perpustakaan dengan menggunakan bantuan teknologi informasi (TI). Dengan bantuan teknologi informasi maka beberapa pekerjaan manual dapat dipercepat dan diefisiensikan. Selain itu proses pengolaan data koleksi menjadi akurat dan cepat untuk ditelusur kembali. Dengan demikian para pustakawan dapat menggunakan waktu lebihnya untuk mengurusi pengembangan perpustakaan karena beberapa pekerjaan yang berulang (repetable) sudah diambil alih oleh komputer. Otomasi perpustakaan bukanlah hal yang baru lagi di kalangan dunia perpustakaan. Konsep dan implitasinya sudah dilakukan sejak lama, namun di Indonesia baru popular baru-baru ini setelah perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia mulai berkembang pesat.
2.      Komponen Otomasi Perpustakaan
Sebuah sistem Otomasi Perpustakaan pada umumnya terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu :
a.       Pangkalan Data
Setiap perpustakaan umum atau khusus pasti tidak akan terlepas dari proses pencatatan koleksi. Tujuan dari proses ini untuk memperoleh data dari semua koleksi yang dimiliki dan kemudian mengorganisirnya dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmu perpustakaan. Pada system manual, proses ini dilakukan dengan menggunakan bantuan media kertas atau buku. Pencatatan pada kertas dan buku merupakan pekerjaan yang sangat mudah namun juga merupakan suatu proses yang tidak efektif karena semua data yang telah dicatat akan sangat sulit ditelusur dengan cepat jika sydah dalam jumlah besar walaupun kita sudah menerapkan proses peng-indeks-an.dengan bantuan teknologi informasi, proses ini dapat dipermudah dengan memasukkan perangkat lunak pegolah data seperti : CD/ISIS (WINISIS), Ms Access, MySQL. Perangkat lunak ini akan membantu kita untuk mengelolah pangkalan data ini menjadi lebih mudah karena proses peng-indeks-an akan dilakukan secara otomatis dan proses penelusuran informasi akan dapat dilakukan dengan cepat dan akurat karena perangkat lunak ini akan menampilkan semua data sesuai criteria yang kita tentukan.
b.      User/Pengguna
Sebuah system otomasi tidak terlepas dari pengguna sebagai penerima layanan dan seorang atau beberapa operator sebagai pegolah system. Pada system otomasi perpustakaan terdapat beberapa tindakan operator tergantung dari tanggung jawabnya, yaitu :
·         Supervisor
Merupakan operator dengan wewenang tertinggi. Supervisor dapat mengakses dan mengatur beberapa konfigurasi dari system sekaligus dapat pula melakukan proses auditing.
·         Operator Administrasi
Beberapa proses pendaftaran anggota, pelaporan dan beberapa proses yang digunakan untuk urusan administrasi dapat ditangani oleh operator ini.
·         Operator pengadaan dan Pengolahan
Untuk urusan pengolahan koleksi buku dapat ditangani oleh operator dengan wewenang ini, dari proses pemasukan data hingga proses finishing seperti cetak barcode, lidah buku dan label punggung.
·         Operator Sirkulasi
Operator ini bertugas untuk melayani pengguna yang hendak meminjam/memperpanjang/mengembalikan koleksi ataupun yang hendak membayar tanggungan denda.
c.       Perangkat Otomasi
Perangkat otomasi yang dimaksud di sini adalah perangkat atau alat yang digunakan untu membantu kelancaran proses otomasi. Perangkat ini terdiri dari 2 (dua) bagian, yaitu :
Ø  Perangkat Keras
Sebelum memulai proses otomasi, sebuah perangkat keras perlu disiapkan. Yang dimaksud perangkat keras di sini adalah sebuah komputer dan alat bantunya seperti printer, Barcode, Scanner, dsb. Sebuah komputer sudah cukup untuk digunakan di dalam memulai proses otomasi pada kalangan instansi perpustakaan kecil. Sedangkan untuk perpustakaan besar maka pasti diperlukan beberapa komputer dan pelengkapnya agar pelayanan kepada pengguna menjadi lancer. Untuk perpustakaan besar maka perlu ada perangkat tambahan guna melengkapi perangkat seperti itu, yaitu :
·         LAN Card
Digunakan untuk mengintegrasikan banyak komputer. Aplikasi perangkat lunak otomatisnya otomasinya biasanya berjenis klien-server.
·         System Security Gateway
Digunakan untuk melakukan sensor terhadap buku yang keluar masuk perpustakaan. Sensor akan bebunyi jika buku yang dibawa pengguna tidak melewati proses sirkulasi benar.
Ø  Perangkat Lunak Otomasi (Softwere)
Sebuah perpustakaan yang hendak menjalankan proses otomasi maka harus ada sebuah perangkat lunak sebagai alat bantu. Perangkat lunak ini mutlak keberadaannya karena digunakan sebagai alat pembantu mengefisiensikan dan mengektifkan proses. Ada 3 (tiga) cara memeroleh perangkat lunak ini, antara lain :
·         Membangun sendiri dengan bantuan developer perangkat lunak. Jika instansi anda mempunyai tenaga programmer maka langkah pertama ini bias dilakukn karena dapat menghemat biaya membeli perangkat lunak otomasi.
·         Menggunakan perangkat lunak gratis atau opensource, misalnya : CDS/ISIS WINISIS, KOHA, dsb. Perangkat lunak ini bias didapatkan dari internet karena didistribusikan secara gratis kepada kalangan perpustakaan. Walaupun gratis, perangkat lunak ini masih banyak kekurangan dan masih harus dimodifikasi lebih lanjut agar memenuhi kebutuhan di tempat kerja.
·         Membeli perangkat lunak komersial beserta training dan supportnya yang dibangun oleh pihak ketiga. Perangkat lunak komersial, merupakan hasil riset pengembangannya dan mudah untuk diimplementasikan karena hanya perlu dilakukan perubahan fitur sedikit atau tidak sama sekali. Training dan support selama beberapa periode waktu juga akan diberikan oleh vendor secara penuh sehingga pengguna dapat langsung menggunakan tanpa harus bersusah payah lagi pilihan ini dapat dipilih jika terdapat dana untuk membeli perangkat lunak.

G.    Hal-Hal Yang Menghambat Fungsi Perpustakaan Sekolah
Perjalanan perpustakaan sekolah tidaklah semulus yang diharapkan. Ada beberapa hal yang yang sering menghambat fungsi perpustakaan sekolah.
Pertama, terbatasnya ruang perpustakaan di samping letaknya yang kurang strategis. Banyak perpustakaan yang hanya menempati ruang sempit, dengan tanpa memperhatikan kesehatan dan kenyamanan. Kesadaran dari pihak sekolah sebagai penyelenggara sangatlah kurang. Perpustakaan hanyalah untuk menyimpan koleksi bahan pustaka saja. Pengunjung tidak merasa nyaman membaca buku di perpustakaan, sehingga perpustakaan dipandang sebagai tempat yang kurang bermanfaat. Dengan melihat keadaan tersebut sepertinya pihak sekolah kurang menyadari tentang pentingnya perpustakaan. Keberadaan perpustakaan dianggap hanya sebagai pelengkap saja.
Kedua, keterbatasan bahan pustaka, baik dalam hal jumlah, variasi maupun kualitasnya. Keberadaan bahan-bahan pustaka yang bermutu dan bervariasi sangatlah penting. Dengan banyaknya variasi bahan pustaka, anak akan semakin senang berada di dalam perpustakaan, kegemaran membaca dapat tumbuh dengan subur sehingga kemampuan bahasa siswa dapat berkembang dengan baik dan dapat membantu anak dalam memahami pelajaran-pelajaran lainnya. Mengingat kemampuan bahasa merupakan kemampuan dasar yang sangat berpengaruh dalam belajar. Begitu juga jika bahan pustakanya bermutu, maka anak akan banyak memperoleh pengetahuan yang berguna dalam hidupnya. Namun, untuk mengadakan bahan pustaka yang banyak dan bervariari dibutuhkan dana yang sangat besar, mengingat harga bahan pustaka biasanya mahal, lebih-lebih jika bahan pustaka tersebut bermutu. Namun, dari pihak sekolah sendiri sering kurang berusaha untuk menambah koleksi bahan pustakanya, dengan alas an utama adalah mahalnya harga bahan pustaka. Padahal, anggaran untuk belanja bahan pustaka setiap tahunnya selalu ada, namun jumlah bahan pustaka tidak pernah bertambah.
Ketiga, terbatasnya jumlah petugas perpustakaan (pustakawan). Banyak perpustakaan sekolah yang tidak ada petugasnya, atau hanya tugas sambilan.















Bagian II
KEPUSTAKAAN

A.    Umber-Sumber Informasi Primer
Sumber primer adalah bahan orisinil yang menjadi dasar bagi penelitian lain dengan tanpa di-interpretasi maupun diringkan atau dievaluasi oleh penulis lain.beberapa contoh sumber-sumber primer:
a.       Jurnal
Jurnal merupakan sumber dari bernagai macam laporan-laporan percobaan dan pengaplikasiaanya dan diskusi-diskusi dari berbgai macam pengamatan dan kesimpulan-kesimpulan dari pengalam yang besar, dirangkaikan dengan beberapa tinjauan pustaka, aloran-laporan umum dan pernyataan-pernyataan berita ataupun pendapat. Literature ini sangat nyata berbeda apabila dibandingkan dengan literature buku lainnya. Melalui jurnal sesorang dapat memperoleh informasi-informasi. Contohnya : jurnal kimia pertama adalah Chemischer Journal ( 1778-1784), kemudian disebut sebagai Cell’s Chemischer Annelen ( 1784-1803).
b.      seminar
seminar pada umumnya merupakan sebuah berntuk opengajaran akademis, baik diuniversitas maupun dinerikan oleh oleh suatu organisasi komersial atau professional. Kata seminar berasal dari kata latin seminarum yang berarti tanah tempat menanam benih. Sebuah seminar biasanya memiliki focus pada suatu topic yang khusus, dimana mereka yang hadir dapat berpartisipasi secara aktif. Seminar sering kali dilaksanakan melalui dialog  dengan seorang moderator seminar, atau melalui sebuag presentasi hasil penelitian dalam bentuk yang lebih formal. Biasanya, para peserta. Biasanya para pesrta bukanlah seorang pemula dalam topic yang didiskusikan ( diuniversitas, kelas-kelas seminar biasanya disedaiakan untuk mahasiswa yang telah mencapai tingkat atas ). System seminar memiliki gagasan untuk lebih mendekatkan mahasiswa kepda topic yang dibicarakan. Dibeberapa seminar dilakukan juga pertanyaan dan debat. Seminar memiliki sifat lebih informal dibandingkan system kuliah dikelas dalam sebuah pengajaran akademis.


c.       Paten
Paten adalah hak eksklusif yang diberika oleh Negara kepada inventor  atas hasil invensinya dibidang teknologi, yang untuk Selma waktu teretntu melaksankan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepad pihak lain untuk menjalankan.

B.     Sumber-sumber Informasi Sekunder
Sumber sekunder adalah sumber yang mempermudah proses penemuan dan penilaian literature primer. Sumber sekunder biasanya karya yang mengemas ulang , menata kembali, menginterpretasi ulang, merangkum, mengindeks atau dengan cara lain “ menambah nilai “ pada informasi baru yang dilaporkan dalam literature primer.
Beberapa contoh sumber sekunder :
a.       Buku
Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar. Setiap sisi dari sebuah lembaran kertas pada abuku disebut sebuah halaman . bebrapa contoh buku kimia seperti Solubilitis of Organic and Inorganic Compounds, The Chemical Formulary volume 10.
b.      Biografi
Biografi berasal dari bahasa yunani yaitu bios yang berarti hidup, dab graphien yang berate tulis. Dengan kata lain biografi merupakan tulisan tentang kehidupan sesorang. Biografi, secara sederhana dikatakan sebagai sebuah kisah riwayat hidup seseorang. Biografi dapat berbentuk beberapa baris kalimat saja, namun juga dapat berubah lebih dari satu buku. Perbedaanya dalah biografi singkat hanya memaparkan tentang fakta-fakta dari kehidupan sesorang dan peran pentingnya sementara biografi yang panjang meliputi tentunya, informasi-informasipenting namun dikisahkan dengan lebih mendetaildan tentunya ditulisakan dengan cara becerita yang baik. Bografi menganalisa dan menerangkan kejadian-kejadian dalam hidup sesorang. Lewat biografi akan ditemukan hubungan, keterangan, arti dari tindakan tertentu atau misteri melingkupi hidup seseorang, serta penjelasan mengenai tindakan dan prilakunya.
Biografi biasanya dapat bercerita tentang kehidupan seorang tokoh terkenal atau tidak terkenal, namundemikian, biografi tentang orang biasa akan menceritakan mengenai satu atau lebih tempat atau masa tertentu. Biografi seringkali bercerita mengenai seorang tokoh sejarah, namun tak jarang juga tentang orang yang masih hidup. Banyak biografi ditulis secara kronologis. Beberapa priode waktu tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan tema-tema utama tertentu ( misalnya masa-masa awal yang susah atau ambisi dan pencapaian ). Walau begitu, beberapa yang lain berfokus pada topic –topik atau pencapaian tertentu. Biografi memerlukan  bahan-bahan seperti surat-surat, buku harian, atau klipping Koran. Macam-macam biografi :
1.      Berdasarkan sisi Penulis
a.       Autobiografi. Ditulis sendiri oleh tokoh yang tercatat perjalanan hidupnya.
b.      Biografi. Ditulis oleh orang lain, berdasarkan izin penulisan, dibagi atas:
-          Authorized biography, yaitu biografi yang penulisannya seizing atau sepengetahuan tokoh didalamnya.
-          unauthorized biography yaitu ditulis seseorang tanpa sepengetahuan atau izin dari tokoh didalamnya( biasanya karena telah wafat ).
2.      Berdasarkan isinya
a.       Biografi perjalanan hidup, isinya berupa perjalanan hidup lengkap atau sebagian paling berkesan.
b.      Biografi perjalanan karir, isinya berupa perjalanan karir dari awal karir hingga karir terbaru, atau sebagian besar perjalan karir dalam mencapai sukses terrtentu.
3.      Berdasarkan persoalan yang dibahas
a.       Biografi Politik, yaitu penulisan tokoh-tokoh di negeri ini dari sudut politik. Dalam bigrafi semcam ini bahan-bahan dikumpulkan biasanya riset. Namun, biografi semacam ini kadang kal tak lepas dari kepentingan penulis atau sosok yang ditulisnya.
b.      Intelektual biografi yang juga disusun melalui riset dan segenap temuan dituangkan penulisnya dalam gaya penulisan ilmiah.
c.       Biografi jurnalistik ataupun biografi sastra yaitu, materi penulisan biasanya diperoleh dari hasil wawancara terhadap tokoh yang akan ditulis maupun yang menjadi rujukan sebgai pendukung penulisan ini lebih ringan karena Cuma keterampilandan wawancara.
4.      Berdasarkan Penerbitnya
a.        Buku sendiri. Penerbitan buku  kategori ini dilakukan atas inisiatif penerbit dengan seluruh biaya penulisan, percetakan, dan pemasaran ditanggung oleh produsen. Biografi jenis ini biasanya memuat kisah hidup tokoh-tokoh yang diperkirakan akan meanarik perhatian public.
b.       buku sibsidi. Ongkos pembuatan buku jenis ini sebagian biayanya ditanggung oleh sponsor . biasanya pola ini dilakukan pada buku-buku yang diperkirakan dari segi komersil tidak akan laku atau kalaupun biasa biasanya dijual harganya sangat tinggi sehinggta tidak terjangkau.
Contoh biografi :
Biografi Jabir Ibn Hayyan – Bapak Kimia Modern
            Tokoh terbesar yang dikenal sebagai “ The Father of Modern Chemistry “.Jabir Ibn Hayyan ( Keturunan Arab walupun sebagian orang menyebutnya keturunan Persia), merupakan seorang muslim yang ahli bidang kimia, farmasi,fisika,filosofi dan asstronomi. Jabir Ibn Hayyan ( yang hidup diabad ke 7 ) telah mampu mengubah persepsi tentang berbagai kejadian alam yang pada saat itu dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat diprediksi, menjadi suatu ilmu sains yang dapat dimengerti dan dipelajari oleh manusia. Penemuan-penemuannya dibiidang kimia telah menjadi landasan dasar untuik berkembangnnya ilmu kimia dan teknik kimia pada saaat itu. Jabir Ibn Hayyan lah yang menukan asakam klirida , asam nitrat asam sitrat, larutan aqua regia ( dengan menggabungkan asam klorida dan asam nitrat) untuk melrutkan emas.
            Jabir Ibn Hayyan mampu mengaplikasikan pengetahuannya dibidang kimia ke dalam proses pembuatan besi dan logam lainnya, serta opencegahan karat. Dia jugalah yang pertama mengaplikasikan  penggunaan mangan dioksida pada pembuatan gelas kaca. Jabir Ibn Hayyan juga pertama kali mencatat tentang pemanasan wine akan menimbulkan gas yang mudah terbakar. Hal inilah yang kemudian memberikan jalan bagi Al-Razi untuk menemukan etanol. Jika kita mengetahui kelompok metal dan non metal dalam penggolongan kelompok senyawa, maka lihatlah apa yang pertama kali dolakukan oleh Jabir. Dia mengajukan 3 kelompok senyawa berikut :
a.        “ spitits “ yang menguap ketika dipanaskanseperti camphor, arsen dan ammonium klorida.
b.       “metals” seperti emas, perak , timbale, tembaga dan besi
c.        “ stones “ yang dapat dikonversi menjadi bentuk serbuk.
            Pernyataannya yang paling terkenal adalah ‘ the first esensial in chemistry, is thatyou should perform practical work and conduct experiments, for he who performs not practical work nor makes experients will never attain the least degree of mastery.

c.       Handbook( buku pegangan )
buku pegangan adalah jenis referensi kerja atau kumpulan instruksi lain, yang dimaksudkan untuk memberikan referensi siap. Buku ini termasuk buku acuan atau literature yang sangat popular dan biasanya mengandung data yang tersusun rapi mengenai subjek tertentu. Indeksnya biasanya tersusun cermat, hingga kita ceoat mencari suatu rumus bobot molekul atau bobot jenis.

d.      Bibliografi
Merupakan cara pendokumentasian sumber bacaan dalam bentuk daftar yang memuat semua karya yang menurutpendapat penulis secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan isi naskah, baik yang diacu maupun yang tidak diacu dalam teks. Dengan demikian tujuan bibliografi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.
Unsur-unsur Bibliografi dan contoh penulisannya.
1)      Nama pengarang , yang dikutip secara lengkap
2)      Judul buku , termasuk judul tambahan
3)      Data publikasi: penerbit,tempat terbit, tahun terbit, cetakan keberapa, nomor jilit buku, dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
4)      Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan , nama majalah, surat kabar, tanggal dan tahun.

Penyusunana BIbliografi
1)      Nama pengaranag diurut berdasarkan urutan abjad
2)      Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan
3)      Abjad
4)      Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari suatu bahan refrensi, untuk refrensi
5)      Kedua dan seterusnya , nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapidiganti dengan
6)      Garis sepanjang5 sampai 7 ketikan.
7)      Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun ,jarak
8)      Antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi
9)      Baris pertama dimulai dari margin  kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok
10)  Harus  dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empatketikan

Jenis-jenis Bibliogarafi
Jenis-jenis bibliografiyang diahsilkan dalam pembuatan publikasi skunder akan tergantung pada jenis pustaka yang akan didaftar, Misalnya  akan dibuat daftaryang berasal dari skripsi catalog buku yang dimiliki perpustakaan, maka daftar tersebut dapat dinamakan daftar catalog. Sementara jika daftar yang disusun berdasarkan judul artikel satu majalah maka daftar tersebutdapat disebut daftar isi. Dari segi cara penyajian dan uraian deskripnya , bibliografi dibagi menjadi:
1)      Bibliografi deskriptif, yaitu bibliografi yang dilengkapi deskripsi singkat yang didapat dari gambaran fisiknya terteraatau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak yang tertulis.
2)      Bibliografi evaluatif yaitu bibliografi ini dilengkapi dengan evaluasi tentang suatu bahan pustaka. Evaluasi ini biasanya  mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau artikel. Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap suatu bahan pustaka atau artikel.

e.       Literatur kimia dari dunia maya 
            alamat situs sumber informasi kimia :
1.      Chem-Is-Try.org situs kimia Indonesia. Chem-Is-Try .org adalah wahana yang bertujuan memperkenalkan lebih luas tentang dunia kimia dan perkembangannya kepada seluruh pembaca melalui sarana internet. Situs ini terdiri dari kolom profil yang memuat profil orang-orang yang member sumbangan yang besar bagi kemajuan kimia seperti peraih nobel kimia, peneliti dan penemuannya, dll.
2.      Indonesia Chemical Engeneering. Majari kenayakan ialah wadah informasi dan komunikasi mahsiswa Tekhnik Kimia Indonesia dalam bentuk majalah dan forum online yang membahs tentang kegiatan akademik dunia kampus, reportase event Teknik Kimia nasional danregional, serba-serbi isu global teknik kimia, informasi dunia kerja, beasiswa, penelitian dan segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia teknik kimia.
Alamat direktori internet :
1.      www.dmoz.org
alamat mesin pencari :
1.      www.google.com
2.      www.yahoo.com


f.       Kamus
Diantara buku acuan yang sangat berguna adalah kamus kimia yang baik. Setiap peneliti memerlukan kamus yang baru dan luas. Contoh kamus kimia adalah Dictionary of chemistry, oleh Poeker S.P ( 1984),Mc Graw Hill Book Company New York, dll.
g.      Ensiklopedia
biasanya mengandung informasi mengenai kimia secara agak luas dan mencakup seluruh bidang kimia. Perbedaan ensiklopedia dengan kamus ialah bahwa kamus memperhatikan kata demi kata, sedangkan ensiklopedia memberikan informasi mengenai subjek.
h.      Monograph
merupakan sebutan lain untuk buku dan digunakan untuk membedakan terbitan tersebut dengan terbitan berseri. Monograf berisi sati topic atau sejumlah topic yang berkaitan dan biasanya ditulis oleh satu orang.














Bagian III
PROSES PENCARIAN DAN PENELITIAN LITERATUR

A. Studi Kepustakaan
Seorang peneliti telah menetapkan topik penelitian, langkah selanjutnya adalah melakukan kajian yang berkaitan dengan: teori yang berkaitan dengan topik penelitian. Dalam pencarian teori, peneliti akan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari kepustakaan yang berhubungan. Sumber-sumber kepustakaan dapat diperoleh dari: buku, jurnal, majalah, hasil-hasil penelitian (tesis dan disertasi), dan sumber-sumber lainnya yang sesuai (internet, koran dll). Keseluruhan upaya tersebut, dikatakan sebagai upaya Studi Kepustakaan untuk penelitian.
Istilah studi kepustakaan digunakan dalam ragam istilah oleh para ahli, diantaranya yang dikenal adalah: kajian pustaka, tinjauan pustaka, kajian teoritis, dan tinjuan teoritis. Penggunaan istilah-istilah tersebut, pada dasarnya merujuk pada upaya umum yang harus dilalui untuk mendapatkan teori-teori yang relevan dengan topik penelitian. Bila kita telah memperoleh kepustakaan yang relevan, maka segera untuk disusun secara teratur untuk dipergunakan dalam penelitian. Oleh karena itu studi kepustakaan meliputi proses umum seperti: mengidentifikasikan teori secara sistematis, penemuan pustaka, dan analisis dokumen yang memuat informasi yang berkaitan dengan topik penelitian.
Studi kepustakaan mempunyai beberapa fungsi, meliputi:
  1. Menyediakan kerangka konsepsi atau teori untuk penelitian yang direncanakan.
  2. Menyediakan informasi tentang penelitian terdahulu yang berhubungan dengan penelitian yang akan dilakukan.
  3. Memberi rasa percaya diri bagi peneliti, karena melalui kajian pustaka semua konstruksi yang berhubungan dengan penelitian telah tersedia.
  4. Memberi informasi tentang metode-metode, populasi dan sampel, instrumen, dan analisis data yang digunakan pada penelitian yang dilakukan sebelumnya.
  5. Menyediakan temuan, kesimpulan penelitian yang dihubungkan dengan penemuan dan kesimpulan kita.
Studi kepustakaan dari sumbernya dibedakan menjadi dua bagian yaitu: kepustakaan konseptual dan kepustakaan penelitian. Kepustakaan konseptual meliputi konsep-konsep atau teori-teori yang ada pada buku-buku dan artikel yang ditulis oleh para ahli yang dalam penyampaiannya sangat ditentukan oleh ide-ide atau pengalaman para ahli tersebut. Sebaliknya kepustakaan penelitian meliputi laporan penelitian yang telah diterbitkan baik pada jurnal maupun majalah ilmiah.
Bagi para pemula disarankan untuk menggunakan studi kepustakaan yang berasal dari kepustakaan konseptual, untuk lebih memudahkan dalam merangkum dan mengkategorikan teori, sesuai dengan kebutuhan pada saat akan membuat kerangka konseptual.
Berdasarkan pada hal tersebut di atas, maka ada beberapa strategi dalam menyampaikan studi kepustakaan:
  1. Ungkapkan kajian pustaka yang benar-benar terkait erat dengan variabel penelitian.
  2. Ungkapkan kajian pustaka dengan urutan dari mulai paparan variabel bebas sampai dengan variabel terikat atau ungkapkan dari variabel yang cakupannya umum dan luas ke arah variabel yang spesifik. Tentu saja secara luas dan nampak saling menyapa antar paparan variabel tersebut dan bukan merupakan kumpulan kutipan sehingga tidak menjadi suatu pola pemikiran yang menyeluruh.
  3. Dapat diungkapkan hal-hal yang berkaitan dengan karakteristik sampel dan demografinya, bila memang dibutuhkan.

B. Kerangka Konsep
Penentuan kerangka konseptual oleh peneliti akan sangat membantu dalam menentukan arah kebijakan dalam pelaksanaan penelitian. Kerangka konseptual merupakan kerangka fikir mengenai hubungan antar variabel-variabel yang terlibat dalam penelitian atau hubungan antar konsep dengan konsep lainnya dari masalah yang diteliti sesuai dengan apa yang telah diuraikan pada studi kepustakaan.
Konsep dalam hal ini adalah suatu abstraksi atau gambaran yang dibangun dengan menggeneralisasikan suatu pengertian. Oleh karena itu, konsep tidak dapat diamati dan diukur secara langsung. Agar supaya konsep tersebut dapat diamati dan diukur, maka konsep tersebut harus dijabarkan terlebih dahulu menjadi variabel-variabel.
Dengan adanya kerangka konseptual akan bermanfaat bagi:
  1. Minat penelitian akan lebih terfokus ke dalam bentuk yang layak diuji dan akan memudahkan penyusunan hipotesis.
  2. Memudahkan identifikasi fungsi variabel penelitian, baik sebagai variabel bebas, tergantung, kendali, dan variabel lainnya.Contoh “pendidikan” adalah konsep. Agar dapat diukur maka dijabarkan dalam bentuk variabel, misalnya “tingkat pendidikan atau jenis pendidikan”. “Ekonomi keluarga” adalah konsep, maka diubah menjadi variabel “tingkat penghasilan”.
Kedua konsep tersebut dapat disebut sebagai variabel bebas. Sedangkan konsep lainnya dapat disebut sebagai variabel terikat, misalnya perilaku membuang sampah. Cara yang terbaik untuk mengembangkan kerangka konseptual tentu saja harus memperkaya asumsi-asumsi dasar yang berasal dari bahan-bahan referensi yang digunakan. Hal ini dapat diperkuat dengan mengadakan amatan-amatan langsung pada lingkup area masalah yang akan dijadikan penelitian. Dengan demikian kerangka konseptual yang dibuat merupakan paduan yang harmonis antara hasil pemikiran dari konsep-konsep (deduksi) dan hasil empirikal (induksi).
Pola berpikir deduksi adalah proses logika yang berdasar dari kebenaran umum mengenai suatu fenomena (teori) dan menggeneralisasikan kebenaran tersebut pada suatu peristiwa atau data tertentu yang berciri sama dengan fenomena yang bersangkutan. Pola pikir induksi adalah proses logika yang berangkat dari data empirik lewat observasi menuju kepada suatu teori. Dengan kata lain induksi adalah proses mengorganisasikan fakta-fakta atau hasil-hasil pengamatan yang terpisah menjadi suatu rangkuman hubungan atau suatu generalisasi.

C. Merumuskan Hipotesis
1. Pengertian hipotesis
Menyusun landasan teori juga merupakan langkah penting untuk membangun suatu hipotesis. Landasan teori yang dipilih haruslah sesuai dengan ruang lingkup permasalahan. Landasan teoritis ini akan menjadi suatu asumsi dasar peneliti dan sangat berguna pada saat menentukan suatu hipotesis penelitian.
Peneliti harus selalu bersikap terbuka terhadap fakta dan kesimpulan terdahulu baik yang memperkuat maupun yang bertentangan dengan prediksinya. Jadi, dalam hal ini telaah teoritik dan temuan penelitian yang relevan berfungsi menjelaskan permasalahan dan menegakkan prediksi akan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan penelitian.
Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa hipotesis penelitian dapat dirumuskan melalui jalur:
  1. Membaca dan menelaah ulang (reviu) teori dan konsep-konsep yang membahas variabel-variabel penelitian dan hubungannya dengan proses berfikir deduktif.
  2. Membaca dan mereviu temuan-temuan penelitian terdahulu yang relevan dengan permasalahan penelitian lewat berfikir induktif.
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empiris. Hipotesis menyatakan hubungan apa yang kita cari atau ingin kita pelajari. Hipotesis adalah keterangan sementara dari hubungan fenomena-fenomena yang kompleks. Oleh karena itu, perumusan hipotesis menjadi sangat penting dalam sebuah penelitian.

2. Manfaat Hipotesis
Penetapan hipotesis dalam sebuah penelitian memberikan manfaat sebagai berikut:
  1. Memberikan batasan dan memperkecil jangkauan penelitian dan kerja penelitian.
  2. Mensiagakan peneliti kepada kondisi fakta dan hubungan antar fakta, yang kadangkala hilang begitu saja dari perhatian peneliti.
  3. Sebagai alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta yang bercerai-berai tanpa koordinasi ke dalam suatu kesatuan penting dan menyeluruh.
  4. Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta dan antar fakta.
Oleh karena itu kualitas manfaat dari hipotesis tersebut akan sangat tergantung pada:
  1. Pengamatan yang tajam dari si peneliti terhadap fakta-fakta yang ada.
  2. Imajinasi dan pemikiran kreativ dari si peneliti.
  3. Kerangka analisa yang digunakan oleh si peneliti.
  4. Metode dan desain penelitian yang dipilih oleh peneliti.

3. Ciri hipotesis yang baik
Perumusan hipotesis yang baik dan benar harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut:
    1. Hipotesis harus dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan deklaratif, bukan kalimat pertanyaan.
    2. Hipotesis berisi penyataan mengenai hubungan antar paling sedikit dua variabel penelitian.
    3. Hipotesis harus sesuai dengan fakta dan dapat menerangkan fakta.
    4. Hipotesis harus dapat diuji (testable). Hipotesis dapat duji secara spesifik menunjukkan bagaimana variabel-variabel penelitian itu diukur dan bagaimana prediksi hubungan atau pengaruh antar variabel termaksud.
    5. Hipotesis harus sederhana (spesifik) dan terbatas, agar tidak terjadi kesalahpahaman pengertian.

4. Menggali hipotesis
Berdasar pada paparan di atas, maka tentu saja merumuskan hipotesis bukan pekerjaan mudah bagi peneliti. Oleh karena itu seorang peneliti dituntut untuk dapat menggali sumber-sumber hipotesis. Untuk itu dipersyaratkan bagi peneliti harus:
Memiliki banyak informasi tentang masalah yang akan dipecahkan dengan cara banyak membaca literatur yang ada hubungannya dengan penelitian yang sedang dilaksanakan; Memiliki kemampuan untuk memeriksa keterangan tentang tempat, objek, dan hal-hal yang berhubungan satu sama lain dalam fenomena yang sedang diselidiki; Memiliki kemampuan untuk menghubungkan suatu keadaan dengan keadaan yang lain yang sesuai dengan kerangka teori dan bidang ilmu yang bersangkutan.
Dapat disimpulkan bahwa penggalian sumber-sumber hipotesis dapat berasal dari:
  1. Ilmu pengetahuan dan pengertian yang mendalam yang berkaitan dengan fenomena.
  2. Wawasan dan pengertian yang mendalam tentang suatu fenomena.
  3. Materi bacaan dan literatur yang valid.
  4. Pengalaman individu sebagai suatu reaksi terhadap fenomena.
  5. Data empiris yang tersedia.
  6. Analogi atau kesamaan dan adakalanya menggunakan imajinasi yang berdasar pada fenomena.
Hambatan atau kesulitan dalam merumuskan hipotesis lebih banyak disebabkan karena hal-hal:
  1. Tidak adanya kerangka teori atau tidak ada pengetahuan tentang kerangka teori yang jelas.
  2. Kurangnya kemampuan peneliti untuk menggunakan kerangka teori yang ada.
  3. Gagal berkenalan dengan teknik-teknik penelitian yang ada untuk merumuskan kata-kata dalam membuat hipotesis secara benar.
D. Cara Pencarian Sumber Literatur
            Cara pencarian kepustakaan dapat dilakukan secara manual atau secara online. Jika dilakukan secara manual maka maka peneliti harus mengunjungi perpustakaan,
            (yang mirip dengan penggunaan OR pada logika Boolean), dan PHRASE
yang mencarikan dokumen yang mirip atau berdekatan dengan yang dicarinya.
Karena tidak adanya sensor dalam internet, maka kita perlu mengevaluasi
4.     http://www.msn.com




1. Identifikasi sumber informasi
Banyak cara dan sarana yang dapat dipakai peneliti untuk mengakses
            Sehingga, sumber-sumber informasi yang ditemukan bisa merupakan sunber-
Adanya suatu sumber ditemukan, dan peneliti memutuskan akan untuk
topic, catatan bibliografis disusun menurut abjad pengarang atau judul (dalam hal tidak ada pengarang).



Bagian IV
PERDAGANGAN LITERATUR

A.    Pengertian
Kepustakaan perdagangan adalah bagian penting dari literatur kimia: pustaka perdagangan tersebut sebagai penyedia banyak informasi berharga yang tidak tersedia di tempat lain. Ini adalah sumber utama informasi secara komersial. Tentang bahan kimia, materi, proses, peralatan, dan aparatur dalam kasus baru adalah satu-satunya sumber untuk jangka waktu yang cukup.

B.     Jenis pustaka perdagangan
Salah satu jenis pustaka perdagangan adalah jurnal perdagangan. Jurnal-jurnal/majalah perdagangan ini berfungsi sebagai media iklan dan menyediakan informasi bisnis dan komersial dan beberapa informasi teknis. Majalah/jurnal kimia meliputi publikasi perdagangan tentang informasi kimia baru; mereka tidak memisahkan bisnis dan informasi komersial. Sebuah bagian yang terakhir ditutupi oleh pengindeksian serials, seni industri teknik indeks dan indeks, tetapi sebagian besar tidak. Metode bisnis, praktek ekspor dan impor, asuransi resiko, kecelakaan industri, kondisi pasar, harga barang, dan faktor serupa mungkin penting semua hubungannya dengan pekerjaan seorang ahli kimia industri atau operasi bisnis kimia; ini sangat tidak sempurna tercakup oleh pengindeksian.

C.    Contoh bentuk sumber informasi dari pustaka perdagangan
a.       Buletin teknis, ”majalah perdagangan rumahan” dan katalog manufaktur, katalog, pembeli paduan dan pengarah yang dikompilasi oleh penerbit, katalog perdagangan, dan iklan. Teknis pembuatan buletin produk baru dan orang-orang yang telah memproduksi selama beberapa waktu adalah sumber informasi berharga. Dalam hal ini sifat fisik bahan kimia, buletin ini sering meringkas senyawa kimia, memberikan informasi lengkap pada properti, katakan bagaimana caranya menggunakannya dalam berbagai cara, dan beri referensi literatur. Untuk peralatan dan aparat, buletin sering meringkas teori volved dalam kontruksi dan operasi selain memberikan petunjuk tentang cara menggunakan dan memeliharanya. Buletin teknis bervariasi dalam ukuran dari beberapa halaman. Yang merupakan sumber informasi yang paling hampir lengkap tentang produsen dari berbagai produk, alamat, nama dagang, dan nama jurnal perdagangan mereka (majalah perdagangan rumahan).
b.      Iklan adalah sumber informasi berharga. Iklan tersebut sering memberikan petunjuk pertama bahwa suatu senyawa kimia, material, atau sebuah peralatan yang sedang diproduksi. Fakta bahwa paten/milik telah diperoleh tidak selalu berarti bahwa produk akan segera di pasar. Banyak paten tidak pernah digunakan, ada beberapa alasan untuk ini. Kemudian juga, pembuatan banyak senyawa kimia yang tidak  dilindungi oleh hak paten dimana senyawa dapat diketahui selama bertahun-tahun tapi hanya disiapkan di sebuah laboratorium penelitian. Industri menggunakan yang ditemukan untuk banyak senyawa tersebut dan produksi dalam skala besar hasil. Juga produsen kimia terus-menerus mencari kegunaan bahan kimia baru bahwa mereka telah memproduksi selam bertahun-tahun. Adapun peralatan dan aparatur, perbaikan di bagian yang ada biasanya diiklankan. Pabrik tidak dapat mengeluarkan katalog baru dari semua produk-produknya lebih dari sekali setahun. Cara terbaik untuk memeriksa “iklan” adalah ketika iklan tersebut muncul dalam jurnal/majalah kimia. Kebanyakan majalah yang membawa sejumlah iklan memiliki daftar pengiklan dalam setiap masalah. Ini adalah bantuan dalam menemukan produk-produk dari produsen tertentu.
c.       Publikasi cetak meliputi, media perdagangan, buletin statis perdagangan, buletin statis berjangka, dan catatan perdagangan.

D.    Contoh buku pustaka perdagangan (dalam hal kimia)
The Chemical Week Buyer’s Guide adalah edisi khusus kimia berkala Mingguan, sebelumnya disebut Chemical Industries (sekarang diterbitkan oleh Mc Graw-Hill, New York). Ini adalah buku yang terdiri lebih dari 800 halaman, biasanya dikeluarkan pada bulan September. Ada empat bagian yaitu: sebuah direktori, produsen, distributor, dan dealer. Sebuah daftar yang sangat luas tentang kimia dan bahan baku bersama dengan sifat-sifat dan pabriknya, direktori peralatan untuk kedua pabrik dan klaboratorium digunakan, dan sebuah direktori nama dagang. Kata direktori kimia dari Importer, Eksporter, dan Produsen bahan kimia, obat-obatan, plastik, dan minyak, yang dikeluarkan oleh Atlas Pub. Co, New York, juga sering berguna.
Banyak produsen menerbitkan majalah berkala yang dikenal sebagai majalah perdagangan rumahan; dasarnya adalah sebuah bentuk iklan. Beberapa majalah perdagangan tersebut berisi informasi teknis yang berharga; beberapa yang disarikan oleh Chemical Abstracts untuk informasi kimia baru. Mereka berguna untuk menjaga produk perusahaan produsen dan untuk mendapatkan informasi mengenai penggunaannya. Mereka juga mengumumkan produsen buletin teknis dan katalog. Beberapa majalah perdagangan juga mencakup abstrak dan/atau ulasan artikel. Sejunlah besar dari mereka saat ini banyak yang meminati kimia.
Daftar judul  juga diterbitkan dalam The Journal of Chemical Education. Beberapa rumah organ kimia paling berguna telah diterbitkan selama bertahun-tahun. Sejumlah rumah organ yang lebih berguna tercantum dalam Ulrich’s Periodical Directory (New York, Bowker), yang telah diklasifikasikan. Daftar yang paling lengkap dari mereka adalah Printers ‘Ink Direktori House organ, 3ed ed., 1951 (Printers ‘Ink Pub. Co, new York). Daftar ini terdiri atas 5.532, tetapi tidak diklasifikasikan menurut subjek. Pengetahuan tentang produk yang diproduksi dapat diperoleh dari direktori dan panduan pembeli.
Sebuah perkembangan terbaru dalam penerbitan sastra perdagangan adalah bahwa beberapa produsen merilis beberapa buku teknis mereka untuk diterbitkan oleh p[enerbit buku. Satu contoh dari hal ini adalah seri Esso, diterbitkan dan dijual oleh Van Nostrand, New York. Buku-buku ini dirancang untuk digunakan dalam perusahaan; mereka tidak  benar-benar mengungkapkan rahasia “tahu-bagaimana”, tapi mereka mengandung informasi ilmiah dan teknis berharga. Sebuah komentar mengenai kebijakan baru ini berjudul “Untuk Menerima, Kita Harus Berikan (To Receive, We Must Give)”.

E.     Publikasi Tekhnis
Asosiasi perdagangan mengeluarkan sejumlah besar publikasi teknis, banyak di antaranya adalah perhatian terhadap kimia. Beberapa diantanya hanya dibagikan kepada anggota  asosiasi yang mengeluarkannya; yang lain diberikan atau dijual kepada semua orang yang tertarik kepadanya. Ini termasuk  abstrak jurnal, buletin khusus, survei, laporan, dan buku. Sebagian besar materi yang tersedia untuk distribusi kepada publik diumumkan di bagian yang sama dari jurnal kimia sebagai produsen buletin dan katalog. Beberapa asosiasi perdagangan ini juga mempertahankan laboratorium penelitian. Untuk informasi tentang asosiasi perdagangan, kegiatan dan publikasi mereka, lihat Alam Asosiasi dari Amerika Serikat (Natural Assiciations of The United State) oleh Jay Judkins; ini adalah publikasi dari US Departement of Commerce (Kantor Perdagangan dalam Negeri), Washington DC, Goverment Printing Office, 1949, 634 hlm.
Perpustakaan jarang memiliki koleksi ekstensif mengenai sastra/istilah perdagangan. Hal ini membutuhkan banyak ruang dan katalogisasi pengindeksan khusus, serta waktu dari beberapa pustakawan untuk memelihara koleksi besar dan tetap terkini (up to date). Jadi diperlukan materi yang dapat melihat secara langsung dari orang-orang yang menerbitkannya dalam kebanyakan kasus. Hampir semua itu adalah gratis.
Carnegie Library of Pittsburgh (Departemen Teknologi), Pittsburg 13, Pa, telah mempertahankan koleksi yang sangat luas dari semua jenis sastra/istilah perdagangan selama bertahun-tahun; itu akan menjawab permintaan akan informasi. Untuk menjumlah semuanya, industri kimia dan insinyur kimia tidak mampu untuk mengabaikan sastra/istilah perdagangan. Kimiawan, lain akan menemukannya berguna dalam berbagai cara. Dalam kasus masalah industri baru dan masalah-masalah khusus yang tidak begitu baru, hal yang sering terjadi bahwa keterangan terbaik tersedia dan dicetak dalam literatur perdagangan. Thomas, V.P., Printers ‘Ink 217, 37-39 (1946).

F.     Tabel Contoh Publikasi Perdagangan
Ekspor Non Migas
Tahun
2010
Nilai
(Milyar US$)
Naik/Turun
Jan
9.23

14,87%
Jan-Jan
9.23

14,87%
Grafik

Inflasi
Februari                                                                                                              0,3%                          
Jan-Feb 2010                                                                                                     1,14%

Kurs-23/03/2010
Mata Uang
Jual
Beli
US$
Sin$
HK$
JAP$
AUS$
THB
EUR€
UK₤
9,162
6,556
1,181
101
8,376
284
12,385
13,752
9,070
6,484
1,169
100
8,289
280
12,257
13,610
Sumber: Bank Indonesia












Bagian V
INDEKS

Latar Belakang
Buku-buku ilmiah biasanya memuat indeks pada halaman-halaman akhirnya. Indeks ini maksudnya untuk memudahkan pembaca yang hendak memriksa atau membaca bagian yang membahas tenang orang atau subjek dalam buku tersebut. Ada juga buku ynag mempunyai dua macam indeks, yaitu indeks nama dan indeks subjek. Karena maksudnya menolong pembaca maka indeks sebaiknya lengkap, tetapi dikalangan para ahli terdapat pendapat yang diterima secara unanim bahwa indeks yang terlalu lengkap selalu memasukkan segala hal yang sama sekali tidak penting sama tak bermanfaatnya dengan indeks yang tidak lengkap, karena itu dalam menyusun indeks orang harus memperhatikan penting atau tidaknya suatu nama atau subjek.
Menyusun indeks nama, timbul lagi cara penulisan nama di Indonesia. Namun yang lucu, banyak indeks (banyak juga susunan nama dalam buku yang disebut “leksikon” pada judulnya) yang disusun persis menurut cara orang-orang bersangkutan menulis namanya. Termasuk huruf-huruf inisial yang ditulis di depan namanya sehingga Navis didaftarkan pada A.A navis (tanpa didaftarkan apa kepanjangan dari AA yang terdapat disitu), Moeljanto pada D.S Moelljanto (juga tanpa keterangan apa arti D.S itu), Rustandi Karatakusumah pada Mh. Rustandi Karatakusumah (juga tanpa keterangan disitu bahwa Mh. disitu kepanjangan dari Muhammad nama yang sering ditambahkan pada nama lelaki muslim) padahal pembaca tidak selalu mengingat inisial seseorang yang ditaruh di depan namanya. Orang ingat pada Navis karena ia tidak pernah menggunakan nama lengkap Ali Akbar pada karangan-karangannya. Karena itu kalau seseorang ingin mencari sesuatu tentang dia pada suatu buku, niscanya akan mencarinya pada Navis, artinya pada huruf N bukan pada huruf A.
Kerancuan demikian maka indeks sekarang banyak yang dimuat dalam buku-buku ilmiah kita itu menjadi kurang bermanfaat. Maksudnya adalah untuk menolong pembaca yang ingin mencari sesuatu nama atau subjek yang dibahas dalam buku itu dengan mudah dan bukan hanya agar buku itu kelihatan ilmiah. Hal inilah yang melatarbelakangi dibuatnya makalah ini.

A.    Definisi Indeks
Indeks merupakan kumpulan informasi tentang nama, konsep, gagasan, terminologi, dan pengertian terhadap suatu peristiwa yang dapat membuat setiap pembaca secara cepat memperoleh gambaran dan ide yang diinginkannya. Indeks takkan bercerita kembali tentang isi pokok buku,tetapi hanya merupakan koleksi dari poin-poin tertentu di beberapa halaman yang memuat tentang isu-isu tersebut. Sebuah indek yang baik biasanya merefleksikan teks buku tersebut secara akurat, dan pembaca dapat mengantisipasi beberapa gagasan tertentu yang kemungkinan lebih atau kurang diketahuinya dari si pengarang (Wolman.1991:146)
Indeks berguna untuk menghindarkan terpendamnya data dan informasi lain. Perindeksan tergantung macam publikasi. Misal untuk Majalah Abstrak memerlukan perindeksan yang baik, sedang majalah dengan karangan orisinil dapat lebih sederhana. Perlu diingat bahwa seorang ahli kimia harus mengeenal sifat, rencana umum dari karya referensi umum dalam bidangnya juga harus mengenal ciri dari karya referensi umum dalam bidangnya juga harus mengenal cirri dan kekurangan perindeksan harga-harga ini (Retno.2000:43)

B.     Ciri-ciri Umum
Indeks yang baik memberikan cara yang dapat dipercaya dalam menemukan tempat dari sesuatu informasi dengan usaha minimum. Indeks ini ada dalam sumber yang tercakup dalam indeks itu. Indeks yang ideal harus diteliti, lengkap, cukup tepat, enak digunakan. Kesalahan yang biasa dijumpai dalamindkes yang dapat meyebabkan indeks tidak teliti:
1.      Pembuatan indeks masih mencamtumkan halaman lama, walau sudah menginjak halaman baru
2.      Salah tulis/salah cetak misalnomor halaman 1347 ditulis 1437 dan seterusnya.
Jika menemui keadaan demikian hendaknya dicek dengan indeks silang (indeks pengarang dan indeks subyek merupakan indeks silang satu terhadap yang lain). Indeks yang lengkap misal indeks pengarang,indeks rumusdan indeks nomor paten. Indeks subyek kulit untuk dapat dibuat lengkap.



C.    Petunjuk umum pemakaian indeks
Penggunaan indeks adalah suatu seni , tergantung pada pengalaman. Indeks tidak perlu tergantung pada sesuatu pengantar terpisah yang menjelaskan system indeks tersebut. Kalau ada pengantar, maka pengantar harus diperiksa dengan teliti. Indeks nama dan indeks subyek diandaikan disusun secara alphabet. Indeks paten secara logis. Indeks rumus impirik dan indeks cincin biasanya memerlukan keterangan. Maka harus dibaca keterangan tersebut untuk mengetahui sistem yang dipakai. Pemeriksaan indeks harus habis-habisan, jangan cepat puas dan sering mengulang memeriksa indeks menjumpai suatu hal yang semula tak terlihat.
Indeks subyek terutama dalam mencari harus panjang akal lebih-lebih kalau indeks silang tigdak ada. Secara singkat dikatakan bahwa pencari indeks harus siap akan subyek yang dicari, tekun,panjang akal dan mengumpulkan segala kemungkinan (Retno.2000:43-44)
Dalam bidang kimia dikenal Indeks Chemical Abstracts memuat abstrak yang singkat dan bermanfaat dari makalah majalah, makalah konperensi yang diterbitkan, laporan teknik, disertasi dan paten, demikian pula pengumuman mengenai buku kimia. Semua abstrak dan pengumuman memuat keterangan kepustakaan yang lengkap, yang diperlukan untuk menentukan dokumen aslinya (Anonima.2011).
Chemical Absract adalah sistem dinamis yang beruubah terus selama bertahun-tahun. Perubahan itu antara lain mempengaruhi kebijakan dalam penyusunan indeksnya. System indeks yang ada mengandung jilif dan indeks bersama berikut : Indeks Pengarang, Indeks Zat Kimia, Indeks Subjek Umum, Indeks Rumus, Indeks Sistem Cincin, dan Indeks Paten. Sebelum tahun1972 hanya terbit indeks tunggal. Indeks subjek itu mencakup senyawaan kimia dan hal umum yang disusun dalam satu urutan berabjad tunggal. Indeks paten menggantikan indeks Patena Angkawi dan Kongkordan Paten yang terbit sebbelum tahun 1981 (Anonimb.2011).
Hasil Dari Literatur
A.   
Richards, 22, 25, 36,
37, 34, 43, 54
 
Hulin, 83
Irvine, 97
 
Abedi, 75
Arikunto, 71, 94
 
Indeks Pengarang


 






B.     Indeks Subjek
A                                                               L
Adsorpsi,                                                   Laju reaksi, 99, 100, 104, 124
      Koloid, 289                                         Larutan elektrolit, 210
Aerosol, 284, 285                                      MN
Amfiprotik,                                               Medium disperse, 283
      sifat, 196                                             Mekanisme reaksi, 122, 125
Alkalosis, 244                                           O
BC                                                                        Orbital d, 13
Basa, 173, 195, 199                                  Orde reaksi dua, 114
Bentuk,                                                     PQ
      Molekul, 28                                         Perubahan entalpi, 64
      Orbital, 12, 37, 46                               pH, 174, 272, 273
Bilangan Kuantum,                                   pOH, 176
      Azimuth, 9                                          R
      Magnet, 10                                          Reaksi,
      Spin, 16                                                           asam basa, 211
      Utama, 8                                                         penetralan, 191, 228
D                                                               S
Derajat ionisasi, 179                                  Selaput semipermeable, 293
Dialisis, 293                                              Silika, 44
Dialisator, 293                                           T
E                                                               Termokimia, 85
Efek Tyndall, 287, 288                             Titik ekivalen, 222, 228
Elektron Valensi, 21, 46                           UVWXYZ
FG                                                                        Valensi basa, 172
Fase terdispersi, 283                                 Valensi asam, 173
Gaya sintesis, 83
H
Hibridisasi, 35
Hipotesis Louis de Broglie, 6
IJ
Indicator asam basa, 170, 187
Intan, 44
Ion senama, 269
K
Kalor, 56, 558, 59
Kalorimeter bom, 70
Katalis, 1100, 124, 151
Kelarutan, 266, 272, 273
Kemolaran, 94, 124





C.    Indeks Gambar dan Tabel Penting
Afinitas electron unsur-unsur                                                   243
Asam-asam amino                                                                    jilid 2
Aturan-aturan kelarutan                                                           93
Bilangan oksidasi unsur-unsur                                                  104
Diagram alir analisis kualitatif                                                  jilid 2
Energy bebas pembentukan standar dari unsur dan senyawa jilid 2
Entropi-entropi standar unsur senyawa                                    jilid 2
Gugus-gugus fungsi organic                                                     355
Indicator asam basa                                                                  jilid 2
Jari-jari atom                                                                             236
Jari-jari ion                                                                                239
Kalor lebur molar                                                                      392
Kalor penguapan molar                                                            388
Keelektronegatifan unsur-unsur                                               268
Konstanta hasil kali kelarutan                                                  218
Nama-nama kation dan anion anorganik umum                       46
Suhu kritis zat                                                                           391

D.    Indeks Artikel Majalah
Jakarta: Pusat Dokumentasi dan
 Perpustakaan Departemen  Penerangan, 1979.
 v, 60 hlm.; 24 cm.
Notasi
Terbitan indeks artikel ini merupakan hasil pengolahan data dan penyajian informasi dalam rangka pengembangan dokumentasi penerangan yang termasuk dalam program Proyek Penelitian dan Pengembangan  Departemen Penerangan. Sasaran utama terbitan ini adalah untuk menunjang kelancaran  tugas-tugas penerangan baik bidang administratif dan operasional, dengan harapan dapat membantu pimpinan memecahkan persoalan atau aspirasi situasi berkaitan pengembangan penerangan dan membantu menyediakan bahan bagi juru penerangan dalam pelaksaan tugasnya.
Cakupan informasi terbitan ini meliputi artikel dari berbagai majalah dalam dan luar negri meliputi masalah penerangan / komunikasi,  jurnalistik/pers, media massa, IPOLEKSOSBUDHANKAM. Sedangkan informasi dalam setiap entri meliputi penulis, judul artikel, judul  majalah beserta nomor, tahun dan halaman di mana dimuat.
 Susunan isi terbitan secara keseluruhan, setelah pengantar dan pendahuluan, disampaikan daftar isi langsung diikuti dengan susunan entri indeks. Pada bagian  akhir dilengkapi dengan indeks penulis dan badan korporasi yang  merujuk ke nomor entri, serta daftar majalah yang diindeks. Terbitan ini menggunakan bahasa Indonesia untuk menyatakan semua penjelasan termasuk judulnya.
Dilihat dari susunan isinya, indeks ini sudah menunjukkan fungsi dan tugas lembaga induknya. Hal ini terlihat dari bab.1,2 dan 3 tentang  penerangan, komunikasi, jurnalistik dan media massa. Meski demikian  indeks ini juga meliput masalah umum seperti agama, pancasila,  politik, hukum, ekonomi dll. yang termasuk dalam Ipoleksosbudhankam dalam dan luar negeri. Dilihat dari penanggungjawab dan penerbit indeks ini adalah lembaga resmi  pemerintah, sehingga informasi yang disampaikan cukup dapat dipercaya. Dari segi fisik, terbitan ini hanya menggunakan kertas Koran, sehingga kurang tampak memperhitungkan ketahanan fisiknya.

E.     Indeks Terjemahan (Terbitan dalam Negeri 1972-1982)

Asiah Janna Saragih, and W.W. Sayangbati-Dengah (editor).

Jakarta:  Perpustakaan Nasional, 1985.

 ix, 340 hlm.; 25 cm.

Notasi

 Terbitan ini merupakan lanjutan kegiatan Pusat Pembinaan  Perpustakaan dalam bentuk pengiriman kartu katalog terbitan  terjemahan ke Unesco yang terhenti sejak tahun 1975.  Sasaran yang ingin dicapai adalah memenuhi kelengkapan data tentang  terbitan terjemahan di Indonesia dengan mendaftar sekitar 2500 judul  buku.
 Terbitan yang didaftar meliputi semua terbitan terjemahan yang  terbit antara tahun 1972 sampai tahun 1982, dari berbagai disiplin  ilmu pengetahuan dan berbagai bahasa asing di Indonesia. Adapun  cakupan informasi yang disampaikan adalah pengarang asli,  penerjemah/penyadur, judul buku asli, judul terjemahan / saduran, cetakan ke..., kota domisili penerbit, nama penerbit, tahun terbit dan keterangan fisik buku. Disertakan pula kode bahasa aslinya,  seperti Fr=Franche , Eng= English dll.
 Terbitan ini disusun berkelompok menurut disiplin ilmu, seperti karya umum, filsafat, agama dst. Setelah itu pada setiap kelompok, entri disusun berdasarkan abjad nama pengarang aslinya. Kode bahasa  asli dan judul asli dicantumkan pada akhir setiap entri. Pada  halaman akhir disertakan indeks nama pengarang dan penerjemah/penyadur yang mengacu ke nomor entri lengkapnya. Pengantar digunakan bahasa Indonesia dan bahasa  Inggris.
Penyusun katalog ini adalah mereka yang sudah lama bekerja di perpustakaan, sudah memahami pelayanan dan kolkesi yang ada. Sedangkan Perpustakaan Nasional merupakan lembaga yang dipercaya oleh pemerintah dalam berbagai hal kepustakawanan dan kepustakaan. Oleh karena itu, kebenaran dan kelengkapan informasi yang  disampaikan cukup dapat dipercaya. Dengan kata lain otoritas  penyusun dan penerbit tidak diragukan. Dengan indeks nama penulis  dan penerjemah cukup membantu pemakai. Namun sayang tidak disertakan  indeks subyek yang banyak digunakan sebagai titik pendekatan.  Pencetakan dengan huruf times-romans 10 point kurang sedikit jelas  bagi pemakai yang sudah tidak muda lagi. Terbitan sejenis sebagai kelanjutan dari yang sudah ada adalah terbitan periode 1980-1985. Dalam terbitan ini masih disusun oleh orang yang sama, belum ada  perubahan sistem penyusunannya. Terbitan jenis ini akan dilakukan secara berkesinambungan, meski tidak periodik.
F.     Indeks Madjalah Ilmiah
 Indiah (Editor). --Djakarta: Madjelis Ilmu Pengetahuan Indonesia
  (Council for Sciences of Indonesia), 1963
  100 hlm.; 23 cm.

Notasi
      Terbitan indeks ini merupakan terbitan ketiga, setelah yang pertama terbit  tahun 1960. Terbitan ini merupakan terbitan berkala - bulletin no. 5  yang diterbitkan oleh Madjelis Ilmu Pengetahuan Indonesia, sebagai  hasil kerjasama beberapa perpustakaan seperti Biro Ekonomi dan  Keuangan, Perpustakaan Lembaga Penjelidikan Ekonomi Masjarakat,  Perpustakaan Sedjarah Politik dan Sosial, Regional Housing Centre  dan Perpustakaan Departemen Kesehatan.
      Tujuan penerbitan indeks ini adalah menyajikan rujukan artikel dalam majalah yang bermanfaat bagi ilmuwan dan peneliti, khususnya untuk pembangunan Indonesia. Indeks ini membatasi pada artikel yang berbasis penelitian,  terutama ilmu pengetahuan, mencakup 788 artikel majalah dari 119 judul majalah yang terdaftar. Terbitan ini mengemukakan hal-hal tentang  pembangunan nasional, laporan tentang hal-hal yang bersifat khusus tentang Indonesia, dan artikel yang memberikan solusi atas berbagai  masalah pembangunan nasional.
      Terbitan ini terbagi dalam 7 bagian yaitu, daftar singkatan yang  digunakan, daftar majalah ilmiah yang mutakhir disusun berdasarkan disiplin ilmu, indeks judul majalah disusun berabjad judul merujuk ke nomor majalah terdaftar, daftar singkatan judul majalah  terdaftar, indeks  artikel dalam majalah terdaftar yang merujuk ke  nomor entri majalah disusun berdasarkan disiplin ilmu. Indeks  pengarang dan indeks subyek disajikan pada akhir halaman sebagai  pelengkap informasinya. Semua keterangan dalam terbitan ini berbahasa Inggris. Untuk memudahkan penelusuran dilengkapi dengan indeks pengarang dan  indeks subyek.
      Majalah yang terdaftar cukup mewakili majalah ilmiah di tanah air, sehingga sudah dapat memberikan cukup informasi tentang karya ilmiah yang dimuat dalam majalah ilmiah. Terbitan ini bermanfaat sebagai rujukan ilmuwan yang aktif dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Terbitan ini hanya menggunakan satu bahasa Inggris, karena informasi ditujukan pada  ilmuwan yang sudah pasti menguasai bahasa Inggris. Hal ini juga akan  memudahkan bagi ilmuwan asing yang memerlukannya.
G.    Press Index
W.W. Sayangbati-Dengah (Editor). --  Jakarta: Perpustaka- An Sejarah Politik dan Sosial Lembaga Perpustakaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1974.    viii, 183 hlm.; 33 cm.
Notasi
      Press index ini direncanakan terbit tiga bulanan. Namun terbitan ketiga ini mengalami keterlambatan dan digabung dengan nomor 2 tahun yang sama, selain kesulitan dana dikarenakan terhentinya pemberian hadiah surat kabar sebagai sumber. Indeks ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang berbagai  pokok masalah yang tertuang dalam artikel surat kabar kepada  masyarakat luas yang memerlukan.
      Indeks ini mencakup artikel yang termuat dalam 7 surat kabar, yaitu  Berita Yudha, El Bahar, Harian Kami, Indonesia Raya, Nusantara, Operasi dan Sinar Harapan. Cakupan pokok masalah meliputi  semua aspek kehidupan, mulai dari filsafat sampai politik  sosial. Pada setiap entri menyampaikan informasi judul artikel,  penulis, judul surat kabar sumber yang dilengkapi dengan keterangn kolom,  halaman, tanggal, bulan dan tahun terbitnya.
       Sistematika penyusunan isi setelah pengantar tercantum daftar singkatan, daftar isi, kemudian entri judul artikel yang disusun berdasarkan pokok masalah sesuai daftar isi. Selain berabjad, entri disusun bernomor urut. Di bagian belakang halaman disertakan indeks  pengarang dan subyek. Terbitan ini menggunakan bahasa Indonesia untuk semua penjelasan  termasuk judulnya.
      Indeks ini sangat membantu pemakai mempercepat mendapatkan informasi  yang diperlukan, sebelum membaca tulisan aslinya. Cakupan isi cukup luas, meliput semua aspek kehidupan masyarakat. Namun demikian,  dengan keterlambatan terbitnya dapat mengurangi  nilaiguna  informasi yang disampaikan. Terbitan indeks ini tidak berlangsung lama,  setelah terbentuk Perpustakaan Nasional terbit ini dilanjutkan dengan indeks dalam berbagai pokok  masalah secara khusus.

H.    Fungsi dan Kegunaan Indeks
Fungsi indeks adalah:
1.         Memberi panduan secara berkesan untuk mendapatkan suatu bahan.
2.         Memudahkan pencarian sesuatu bahan atau sumber maklumat dengan cekap dan berkesan.
3.         Membantu di dalam mengenal dengan pasti lokasi perkara sesuatu bahan yang dikesan.
4.         Memberitahu perhubungan di antara sesuatu bahan atau sumber maklumat dengan bahan atau sumber maklumat yang lain.
5.         Menyediakan suatu pandangan yang menyeluruh kepada perkara yang terdapat dalam teks atau koleksi.
Kegunaan indeks adalah:
1.         Indeks dapat dipakai untuk mendaftar tulisan-tulisan yang ada di dalam majalah / sumber buku lainnya, sehingga terdokumentasi dan dapat dibaca pengguna.
2.         Indeks dapat dipakai pengguna untuk mencari informasi sesuai dengan keperluannya.
3.         Indeks dapat dipakai untuk menyebarkan / memasarkan informasi kepada pengguna baik yang datang ke perpustakaan maupun yang  jauh dari perpustakaan.
I.       Komponen Indeks
Komponen utama bagi sebuah Indeks adalah Entri Indeks (Index Entry) yang mana ia berfungsi sebagai panduan kepada isi kandungan bagi sebuah dokumen atau koleksi daripada sesuatu ilmu pengetahuan yang direkodkan (recorded knowledge).
Entri ini biasanya terbagi kepada tiga bagian yaitu:
1.         Headings- Biasanya meliputi kata kunci (keyword) atau istilah bagi menerangkan sesuatu perkara seperti tajuk utama, perkara utama atau tajuk perkara.
2.         Modifications- Menerangkan sesuatu perkara dengan lebih tepat. Modifikasi yang baik akan membantu mempastikan kerelevanan bagi suatu entri. Ketepatan modifikasi yang tinggi, akan mengurangi resiko memperoleh hasil cairan yang tidak relevan.
3.         References- Juga dikenal sebagai ‘locator’ atau penunjuk meliputi sebarang simbol, nomer kelas atau muka surat yang memberitahu lokasi suatu bahan atau sumber maklumat.
J.      Macam-macam Indeks
1.      Indeks nama pengarang
2.      Indeks subyek
3.      Indeks rumus empiris senyawa-senyawa
4.      Indeks rumus cincin senyawa
5.      Indeks nomor paten
Tiap nomor hanya dimuat indeks nama pengarang. Setiap setengah tahun dibuat indeks pengarang dan indeks nomor paten (1897-1950), serta indeks subyek (1889-1924). Tetapi sekarang indeks-indeks ini (subyek, rumus organik, nama pengarang dan nomor paten), dimuat setahun sekali. Sampai tahun 1987-1881 indeks nama pengarang dan subyek 1897-1924 dibuat indeks kolektiv 5 tahun untuk nama pengarang subyek dan paten. Sejak 1923 kolektive lima tahunan ini diperluas dengan indeks  kolektife untuk rumus organik.
Indeks petikan (citation index)  untuk Pustaka Kimia, indeks berdasar gugus  dan beberapa tipe khususnya dari indeks subyek.



1.      Indeks Nama Pengarang
Umumnya indeks ini tidak terlalu sulit. Kesulitan terjadi bila berasal dari bahasa dengan huruf yang berbeda dengan bahasa indeks itu. Kalau belum ada standarisir maka nanti aka nada kemungkinan seseorang muncul beberapa kali.
Komisi istilah Indonesia menggunakan transliterasi ke Inggris dulu baru Indonesia.
Transliterasi Jepang ke Inggris dikenal dua sistim yaitu Sistim Pemerintah Jepang dan Sistim Hepburn yang dipakai oleh C.a (1947) Umlaut.
Bahasa Inggris tak mengenal umlaut, karena itu dalam menyusun indeks ada 2 cara tentang nama berumlaut.
a.       Umlaut tak terhiraukan (dianggap tak ada)
b.      Huruf berumlaut, dianggap emngikuti huruf “e”.
Contoh Muller – Mueller
             Rontgen – Roentgen
Mullhouse di depan Muller (a), menurut (b)Mullhouse dibelakang Mueller. Sebaiknya dicek kedua kemungkinan ini. Huruf Skandinavia “Ø” sama seperti “O” berumlaut. Misal “SØrensen” harus dicari Sörensen, S Orensen dan Sorensen.

a.      Nama terdiri 2 bagian
Misal De Groot M., T Von Soelhorst. Nama dengan awalan : D’,Da, Dal, Del, Della, Des, Du, La, Les Mac , O’. Bila bagian depan diawali oleh huruf besar maka bagian depan itu digunakan dasar indeks, sedang kalau bagian depannya huruf kecil, maka bagian akhir  merupakan dasar perindeksan. Hal inimenjadi sulit apabial sesuatu nama tertulis dalam huruf besar semua.



b.      Nama Majemuk
Misal “Prinsen-Geerligs”, garis hubung terlupa dicetak, maka nama ini dapat diindeks Geerligs,P., jadi kemungkinan semacam ini harus diperhitungkan. Nama dengan awalan M’, Mc atau Mac. Dan “S” (sanctus),”St.”(saint) dan Ste (sainte) ditulis secar alfabetik.
c.       Ejaan nama pengarang lain yang ditulis diindeks
Misal :      Hofman, Hofmann, Hoffman, Hoffmann
                 Fischer, Fisher
                 Newman, Neuman, Neumann
Initial nama pengarang harus dimasukkan. Kalau intial nama ada sama kalau dipanjangkan maka bedakan menurut kota kediamannya.

d.      Referensi Silang
Jika sebuah artikel ditulis oleh beberapa orang sebaiknya digunakan, sebab kadang-kadang orang menulis urutan nama pengarang dibalik oleh pembuat indeks. Salah cetak dari singkatan nama maupun nama sering terjadi dalam indeks nama pengarang karena banyak tangan sebelum sampai ke indeks majalah abstrak.
1)      Pengarangnya sendiri
2)      Editor 1 majalah orisinil
3)      Tukang cetak majalah orisinil
4)      Pembuat abstrak dan juru ketiknya
5)      Tukang cetak majalh abstark
6)      Pembuat indeks dan tukang cetak indeks

2.      Indeks Subyek
           Penelusuran yang efektif meminta pengetahuan yang khusus, latihan, pengalaman dandijalankannya pertimbangan yang bijaksana, oleh pemakai indeks. Indeks subyek yang ideal akan menolong si pemakai untuk menemukan sumber referensi yangterbaik, juga menolong orang untuk menyadari apa-apa yang mungkin harus dilakukan.
           Indeks subyek bukan indeks kata-kata, sebab kalau kata-kata akan menjadi cerai berai maksud indeks. Indeks subyek yang benar-benar berdasar subyek, tidak selalu menggunakan kata-kata dari karangan atau abstrak yang diindeksnya. Ketidaktelitian indeks subyek umumnya berkisar padaslah tafsir akan arti sesuatu kekurangan. Salah tafsir :
-          Antara pemakai indeks dan tafsiran pembuat indeks
-          Anatar pembuat indeks dan tafsiran pembuat abstrak
-          Antara pembuat abstrak dan maksud pengarang
           Modifikasi dari indeks subyek dapat terjadi dalam beberpa cara. Keadaan yang optimum adalah kompromi antara singkatan yang diinginkan dan perincian yang dibutuhkan. Penelusuran indeks biar bagaimana pun efisiensinya akan tetap memakan waktu yang lama.

1)      Referensi Silang.
Pengindeksan secara  kata demi kata dalam menyusun indeeks subyek tak dapat dihindari. Untuk mengurang keburukan yang mungkin timbuk maka dibuat referensi silang. Ada 2 macam referensi silang :
1)      Macam “see”; contoh hydrargyrum, see mercury
2)      Macam “ see also” ; contoh bromides, see also bromine.
Tahap-tahap dalam menggunakan indeks subyek :
1)      Pikirkan dulu tempat di dalam indeks subyek dimana persoalan saudara paling tepat dijumpai. Kalau persoalan tak menentu maka akan sulit menentukan tempat yang sesuai. Pikitkan sinonim maupun ungkapan-ungkapan yang sama artinya termasuk subyek yang ada hubungannya.
2)      Sesudah heading yang diinginkan diperoleh masalah berikutnya ialah menelusur modifikasi dalam heading ini. Ini memerlukan akal yang panjang. Vitamin ada hubungannya dengan food, diet, nutrition, diseases dan sebaginya. Terkadang perlu dibaca semua odifikasi yang ada dalam heading tersebut, ini berarti membuang waktu tetapi untuk mendapatkan keterangan tambahan.

2)      Tata nama dan Indeks
1)      Kesimpulan bagi pembuat maupun pemakai indeks :
a)      Senyawa memiliki lebih satu nama
b)      Sulit menentukan dengan pasti nama yang paling tepat dari senyawa rumit
c)      Adanya terus menerus senyawa yang disintesa dan diperoleh nama tergantung si pemberi nama
2)      Prasyarat untuk pengindeksan
a)      Sistim nama harus umum digunakan
b)      Untuk suatu senyawa dipilih nama-nama induk dan lewat suatu inverse dijadikan heading.
3)      Pokok umum tatanama kimia
a)      Senyawa anorganik KCl diindeks “potassium chlorida” bukan “chloride of potassium”.
b)      Senyawa dari Cu, Au, Sn harus dicari dengan kata-kata cupric, cuprous, auric, aurous bukan copper, gold, atau tin.
c)      Garam organic dan ester diindeks di bawah nama asamnya.
d)     Gugus fungsional yang utama dijadikan bagian utama dari nama senyawa dan tidak sebagai substituent biasa. Misal : “pentanone” buakn keto pentane.  Bagian yang besar dianggap sebagai senyawa indeks yang kecil sebagaii substituent. Misal “ethyl benzene” bukan “phenyl ethane”.
e)      Nama dan penomoran sistim cincin organic yang rumit
f)       Nama niaga dari senyawa-senyawa yang telah cukup dikenal.
Perlu diingat juga kesetaraan dalam bebrapa bahas Jerman, Perancis dan Inggris diperhatikan juga.

3.       Indeks Rumus Impirik
           Indeks ini dipakai untuk menolong  kekurangan indeks subyek yang disebabkan kesukaran dan perbedaan tatanama dan bahasa.
Ada 2 sistim penataan indeks rumus :
a.       Sistim Hill
Unsure karbon ( C ) ditulis lebih dulu dan disusul dengan Hidrogen (H) dan kemudian unsure-unsur lain yang menyusul secara alphabet.
Umumnya sistim Hilluntuk senyawa anorganik. Untuk senyawa organik, sistim Hill agak sulit karena penentuan secara eksak dalam analisa senyawa sering sulit. Unsur deuterium (D) dan trisium (T) dianggap unsure lain, jadi tunduk pada pengurutan alphabet masing-masing sistim.
b.      Sistim Ritcher
Urutan adalah C, H, O, N, Cl, Br, I, F, S, P kemudian unsur-unsur lain menyusul secara alphabet. Sering semua senyawa diindeks sesuai dengan rumusnya :
-       Garam-garam, dicari dalam asam yang bersangkutan.
-       Air hidrasi, tidak dimasukkan dalam rumus tetapi ditunjuk setelah rumus bebas air.
-       Polimer
Bila dikenal memiliki rumus tertentu dan nama tersendiri, dimasukkan sebgai suatu senyawa tersendiri. Bila rumus tidak tentu, mak rumus dan nomornya digunakan.

4.      Indeks rumus cincin dari senyawa
           Indeks rumus cincin dari senyawa perlu karena makin banyaknya cincin induk. Dalam C.A. dimulai dari cincin tunggal trianggota lalu cincin tunggal empat anggota dan seterusnya.

5.      Indeks nomor paten
           Indeks nomor paten ditulis berdasarkan pada kenaikan nomor paten. Selanjutnya nomor ini bersifat tahunan.
Indeks Kartu
Perusahaan ataupun perorangan menyusun indeks kartu literature dari subyek-subyek tertentu yang menjadi perhatian mereka .
Indeks kartu biasanya terdiri dari ringkasan atau abstrak suatu karangan yang ditulis pada sebuah kartu atau guntingan yang ditempelkan pada kartu ini. Kartu harus disusun secara bersistim, biasanya berdasarkan subyek dan dilengkapi dengan referensi silang. Oleh karena itu, kumpulan kartu ini merupakan indeks dan disebut indeks kartu, bahwa sebuah abstrak dapat mencakup sejumlah subyek, sehingga harus dibuat sejumlah kartu untuk sebuah abstrak. Oleh sebab itu, lalu timbulmasalh klasifikasi yang akan memakan banyak waktu seseorang.

K.    Cara Membuat Indeks Buku
Indeks buku dibutuhkan untuk memudahkan pemahaman arti kata yang tercantum dalam halaman buku. Susunan indeks biasanya di sort berdasarkan abjad ataupun siimbol tertentu. Halaman yang berisikan kata-kata yang terindeks pun tercantum lengkap dalam susunan tersebut.
Pembuatan indeks secar manual dengan melihat satu persatu halaman buku tidaklah efektif diterapkan dalam halaman yang jumlahnya banyak. Hal tersebut masih memungkinkan utnuk diatasi dengan penggunaan apliksi index Author. Sesuai dengan namanya aplikasi ini khusus pembuatan indeks yang memungkinkan penggunanya dapat menambahkan kata index dengan kriteria tertentu, misalnya panjang kata, meniadakan upper ataupu lower words, dan mendefenisikan white list ataupun black list.
Dari aplikasi ini, anda tak hanya dapat membuat sebuah indeks yang berasal dari sebuah file. Namun juga dapat memilih beberapa file pada waktu bersamaan untuk menghasilkan sebuah indeks HTML ataupun menulis sebuah indeks keyword yang berasal dari koleksi file lain.

L.     Pengindeksan Berkomputer
Proses pengindeksan juga boleh dilakukan secara berautomatik yaitu dengan menggunakan komputer. Dengan adanya perisian-perisian tertentu khusus untuk membina pangkalan data, proses pengindeksan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. Antara perisian tersebut adalah perisian CDS/ISIS (Computerized Documentation System / Integrated Set of Information Systems). Menggunakan bahasa pengatur caraan PASCAL adalah perisian yang mudah dan sesuai digunakan untuk membina pangkalan data bagi tujuan menyimpan dan mendapatkan semula maklumat (Information storage and retrieval). Kini perisian CDS/ISIS versi Windows telah dilancarkan menjadikan ia lebih mudah dan menark. Perisian ini memberi beberapa kemudahan kepada pengguna, yaitu:
1.      Menentukan jenis, bentuk dan rupa paparan entri di dalam sebuah pangkalan data yang ingin dibina.
2.      Memasukkan dan mengemaskinikan data.
3.      Melakukan pengindeksan termasuk di dalam menyusun sisip (sorting) entri-entri.
4.      Melakukan pencarian (searching).
5.      Melakukan cetakan (printing).

M.   Kebijaksanaan Dalam Pengindeksan
Pengindeksan dilakukan berdasarkan suatu kebijaksanaan, misalnya:
1.         Untuk kepentingan Nasional, agar semua data tentang suatu cakupan subject tertentu terdokumentasi bagi kepentingan pengguna dan bagi kepentingan pendataan karya ilmiah nasional.
2.         Untuk menunjang informasi suatu lembaga atau instansi tertentu. Untuk itu, informasi yang penting untuk menunjang kegiatan lembaga, dikumpulkan dan didokumentasikan agar mudah dicari bilamana dibutuhka.
3.         Untuk kepentingan dokumentasi lembaga penerbit. Penerbit biasa melakukan dokumentasi terhadap semua artikel yang dimuat di dalam majalah yang diterbitkan.
4.         Untuk kepentingan seseorang atau sekelompok orang yang memerlukan informasi di bidang kajian tertentu.














Bagian VI
ARTIKEL

Pengertian Artikel
Artikel adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan ( melalui koran, majalah, buletin, dan sebagainya ) dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur. Menurut Sharon Scull (1987), artikel didefinisikan sebagai bentuk karangan yang berisi analisis suatu fenomena alam atau sosial dengan maksud untuk menjelaskan siapa, apa, kapan, di mana, bagaimana, dan mengapa fenomena alam dan sosial tersebut terjadi.
Menurut Harianto G.P ( 2006), artikel mempunyai dua arti, yaitu :
1.      Barang, benda, pasal dalam undang-undang dasar atau anggaran dasar,
2.      Karangan, tulisan, yang ada dalam surat kabar, mjalah, dan sebagainya.
Sebuah artikel adalah hasil kajan tentang sesuatu, bukan hasil khayalan atau sebuah renungan pribadi; tentang sesuatu yang aktual yang dikaji oleh si penulis berdasarkan kompetensi latar belakang; tentang sesuatu yang menarik dan ditulis dengan runtut, saling berhubungan satu dengan yang lain, dari alinea pertama hingga seterusnya yang panjang opini tersebut berkisar 500-700 kata. Artikel adalah suatu pedoman dan bukan kebijakan.
Jenis-jenis artikel menurut jenisnya terbagi atas empat, yaitu :
1.      Artikel deskriptif yang menjelaskan suatu masalah atau fakta
2.      Artikel eksplanatif yang menjelaskan tentan suatu masalah dengan detil
3.      Artikel prediktif yang meramal, menduga hal yang akan terjadi di masa datang
4.      Artikel preskriptif yang menentukan, menuntun, mengajak orang agar mau melakukan sesuai keinginan penulis.
Dalam pembuatan artikel, ada tiga jurus ampuh, yaitu :
1.      SMART (Specifiic, Measurable, Applicable, Reasonable, dan Timetable). Menulis artikel harus spesifik, terukur (struktur, jumlah huruf, data-data, dan bagaimana penyajian konteks), realistis untuk dikerjakan (diselesaikan), applicable, beralasan dalam penulisannya, dan rela dalam mengalokasikan waktu untuk menulis timetable.
2.      Mastermind (berkumpul dalam komunitas menulis)
3.      Minds mapping (pemetaan pikiran), membuat semacam outline artikel.



Prosedur pembuatan artikel
Bagian VII
KATALOG

A.    Pengertian dan Fungsi Katalog
Katalog berAsal dari bahasa Latin katalogus yang berarti daftar barang atau benda yang disusun untuk tujuan tertentu. Contoh katalog dalam pengertian umum adalah Shopie Martin Le Katalogue, katalog penerbit dan sebagainya.
Beberapa definisi katalog menuriut ilmu perpustakaan dapat disebutkan sebagai berikut:
1.      Katalog berarti daftar berbagai jenis koleksi perpustakaan yang disusun menurut sistem. (Fathmi, 2004, p.6)
2.      A catalogue is a list of, an index to, a collection of books and/or others materials. It enables the user to discover : what material is present in the collection, where this material may be found. (Hunter, 1990, p.1)
3.      Katalog perpustakaan merupakan suatu rekaman atau daftar bahan pustaka yang dimiliki oleh suatu perpustakaan atau beberapa perpustakaan yang disusun menurut aturan dan system tertentu. (Dasar-Dasar Ilmu Kepustakaan, 2003, p. 130)
Definisi di atas dapat disimpulkan bahwa katalog merupakan daftar dari koleksi perpustakaan atau beberapa perpustakaan yang disusun secara sistematis, sehingga memungkinkan pengguna perpustakaan dapat mengetahui dengan mudah koleksi apa yang dimiliki oleh perpustakaan dan dimana koleksi tersebut dapat ditemukan.
Pengertian katalog induk (union katalog) sangat berkaitan erat dengan kerjasama perkatalogan (cooperative cataloguing). Cooperative cataloguing sesuai dengan istilahnntya merupakan kerjasama antar perpustakaan dalam pengerjaan katalog dan hasilnya adalah katalog induk. Jadi secarra ringkas dapat dikatakan bahwa katalog induk merupakan hasil kerjasama dalam pengerjaan katalog oleh beberapa perpustakaan atau penyatuan dari bebrapa katalog perpustakaan.
Menurut Bakewell di dalam buku “A Manual Cataloguing Practice”, keterangan-keterangan yang perlu dicantumkan pada katalog adalah sebagai berikut:
1.      The Heading, tajuk entri yang berupa nama keluarga pengarang atau nama utama pengarang.
2.      The Title Statement, judul buku, baik judul utama buku maupunsi ini meru. fung sub judul.
3.      The Imprint, keterangan tentang kota terbit, nama penerbit dan tahun terbit.
4.      The Collation, keterangan tentang jumlah halaman, ukuran buku, ilustrasi, indeks, table, bibliografi, dan ependik.
5.      Notes, keterangan singkat mengenai seri penerbitan, judul asli, dan pengarang aslinya.
Mengkatalog buku-buku perpustakaan sangat penting sekali sebab katalog itu berfungsi sebagai alat menginformasikan buku apa saja yang terdapat di perpustakaan.
Fungsi yang dimiliki oleh katalog ada dua, yaitu:
1.      Katalog berfungsi sebagai “an instrument of communication” (alat komunikasi) yang menginformasikan buku-buku perpustakaan. Oleh karena katalog itu merupakan alat komunikasi, sudah barang tentu katalog itu berisi bahan-bahan informasi yang akan dikomunikasikan, dalam hal ini berupa cirri-ciri buku misalnya judul buku, pengarang, edisi, kota terbit, jumlah halaman dan sebagainya.
2.      Katalog itu brfungsi sebagaik wakil buku. Fungsi ini merupakan konsekuensi lanjut dari fungsi pertama, oleh karan katalitu memberikan keteraan yang lengkap tentang ciri-ciri buku, dengan membaca katalog dapat secara langsung memperoleh gambaran mengenai bukunya.

B.     Jenis-jenis Katalog
Katalog terdiri dari kartu katalog yang disusun menurut abjad. Tiap kartu katalog memuat keterangan tentang: pengarang, judul, edisi (kalau ada), kota penerbit, penerbit, tahun. Kartu katalog mewakili suatu bahan pustaka yang terdapat dalam koleksi perpustakaan. Karena itu, langkah pertama untuk menemukan atau mengetahui bahan yang terdapat disuatu perpustakaan ialah meneliti melalui katalog.
Katalog terdiri dari beberapa jenis, yaitu:
1.      Katalog pengarang.
Digunakan jika buku yang kita cari hanya diketahui nama pengarangnya. Atau ingin mengetahui pengarang tertentu telah mengarang buku apa saja, katalog pengarang disusun sistematis berdasarkan nama pengarang suatu karya di dalam cabinet katalog. Penulisan nama p;engarang adalah dengan cara menuliskan terlebih dahulu nama keluarga, contoh:
Asep Sugriatna menjadi SUGRIATNA, Asep. Melalui katalog pengarang dapat diketahui nama pengarang tertentu telah menghasilkan karanga-karangan tertentu.



658
SUG       SUGRIATNA, Aaep
m                    Manajemen: suatu pengantar/ Asep Sugriatna—Bandung: Pusat Penerbitan Unisba, 2003.

                                xi, 234 hlm.: III.; 25 cm.


1.        MANAJEMEN            2. Judul
 
 








2.      Katalog Judul
Jika buku yang kita cari hanya diketahui judul bukunya, maka yang kita gunakan katalog judul. Atau ingin mengetahui judul buku tertentu yang sama telah dikarang oleh pengarang mana saja. Katalog judul disusun secara sistematis berdasarkan judul dalam cabinet katalog. Melalui katalog judul dapat diketahui judul-judul buku yang sama, ypengarang yang berang dikarang oleh pengarang yang berbeda.


                Manajemen: suatu pengantar

658
SUG       SUGRIATNA, Aaep
m                    Manajemen: suatu pengantar/ Asep Sugriatna—Bandung: Pusat Penerbitan Unisba, 2003.

                                xi, 234 hlm.: III.; 25 cm.


1.        MANAJEMEN            2. Judul
 
 








3.      Katalog subyek
Bila kita ingin mengetahui beberapa buku yang membahas subyek yang sama, maka yang kita gunakan katalog subyek. Biasanya sering digunakan dalam mengupulkan bahan pustaka untuk kepentingan peebuatan penelitian, makalah dan sebagaianya yang membahas suatu subyek tertentu. Melalui katalog subyek akan diketahui karya-karya yang dikarang oleh berbagai pengarang dengan judul yang berbeda-beda tetapi memiliki pokok bahasan yang sama.


                MANAJEMEN

658
SUG       SUGRIATNA, Aaep
m                    Manajemen: suatu pengantar/ Asep Sugriatna—Bandung: Pusat Penerbitan Unisba, 2003.

                                xi, 234 hlm.: III.; 25 cm.


1.        MANAJEMEN            2. Judul
 
 









C.    Katalogisasi
Katalogisasi merupakan proses pembuatan katalog, yang dapat dibagi dalam dua tahap, yaitu:
1.      Pembuatan Deskripsi Katalog
Keterangan staka dibuat dalam bentuk dan urutan yang baku, sehingga ada keseragaman pembuatan katalog. Pembuatan deskripsi katalog dapat sangat rinci, tetapi juga dapat sederhana, terutama untuk perpustakaan kecil dan sedang.
Pedoman penentu deskripsi yang sudah diterima secara internasional adalah ISBD (Internasional Standard Bibliographic Description); ISBD (M) khusus untuk monografi, ISBD (S) untuk serial atau majalah, dan ISBD (NBk) untuk pustaka non buku.
2.      Katalogisasi Majalah
Majalah atau terbitan berkala mempunyai kala terbit seperti mikngguan, bulanan, kuartalan, dan sebagainya, volume atau tahun ke, nomor edisi, dan berisi artikel-artikel. Artikel-artikel yang berada dalam satu majalah kadang-kadang subjek atau isis sangat berbeda, sehingga sulit dibuat nomor klasifikasi atas dasar subjek atau isinya. Maka majalah diklasifikasikan atas dasar bentuknya, yaitu 050 dengan DDC dan 05 dengan UDC.
Perpustakaan kadang-kadang hanya memiliki satu atau beberapa nomor edisi majalah karena tidak berlangganan maka majlah dianggap sebagai buku dan dibuatkan katalog seperti buku.


























Bagian VIII
SEJARAH MASALAH DAN  OBJEKTIVITAS

1.      Sejarah masalah
Masalah secara umum dapat diartikan sebagi suatu kesenjangan (gap) antara yang seharusnya dengan apa yang terjadi tentang sesuatu hal, atau antara kenyataan yang ada atau terjadi dengan yang seharusnya ada atau terjadi serta antara harapan dan kenyataan. Suatu kesenjangan antara harapan dengan kenyataan, perundang-undangan dengan pelaksanaan, peraturan dengan implementasinya, teori dengan praktik, sehingga menarik minat dan perhatian untuk diteliti/dipelajari.

2.      Sejarah objektivitas
Sebuah pelukisan sejarah kita sebut subjektif, bila subyek yang tahu - yakni - sejarawan sendiri jelas hadir didalamnya. Sedangkan pelukisan sejarah kita sebut objektif, bila hanya obyek penulisan sejarah dapat diamati (Baca: Ankersmith, Refleksi tentang Sejarah : Pendapat-Pendapat Modern Tentang Sejarah, 1987).
Berangkat dari apa yang dikatakan oleh Soedjatmoko dalam buku yang ditulis oleh Poesporodjo, bahwa :" Sesungguhnya, setiap pembicaraan tentang problema-problema interpretasi sejarah dan sintesis bahan-bahan sejarah menjadi suatu kisah yang berhubungan ke dalam historiografi Indonesia modern, menjurus kepada persoalan-persoalan tentang subjektivitas dan objektivitas". Artinya, sejarah yang tergolong ilmu humaniora hendak menyamai ilmu pengetahuan alam yang dinilai ilmiah seperti ilmu eksak. Keobjektifannya dianggap merupakan bukti suatu kebenaran, ilmu pengetahuan alam dapat dibuktikan langsung secara ilmiah dan mampu menjawab persoalan langsung saat itu juga, sedangkan sejarah terutama dalam penulisannya memiliki kelemahan yang dianggap tidak objektif karena memiliki kebenaran yang relatif.Selama ini untuk menjamin keilmiahan suatu ilmu hanya objek, objektif dan objektivitas yang dikejar. Pendekatan objektif dalam ilmu pengetahuan alam terkesan digeneralisasikan dengan pendekatan objektif dalam ilmu sejarah. Dalam pandangan sejarah, subjek mempunyai peranan yang penting. Ternyata subjektivitas, bukan dalam arti subjektivisme, justru merupakan dasar bagi lahirnya objektivitas.
A.       Definisi objektivitas
Ada tiga versi definisi objektivitas;
1.        Objektivitas versi Ilmuan dan Agamawan
Dalam objektivitas versi  ini, Ilmuan dan Agamawan menganggap sifat objektive adalah bilamana individu peneliti yang telah didokterin sebelumnya oleh institusi yang ada tentang peraturan yang menilai benar dan salah melakukan penelitian dengan menggunakan dokterin sebagai alat ukur terhadap individu objeknya. Sifat objektif mengharuskan si peneliti tetap tidak terikat secara emosional dengan objek, mendekati objek tetapi pada jarak-jarak yang tertentu, lalu menilai berdasarkan pada alat ukur yang disediakan oleh istitusi hingga lahirlah kesimpulan tanpa benar-benar memahami object secara individual, maka peneitian ilmiah selalu bersifat kesimpulan umum.
2.        Objektivitas versi Humanis
Dalam objektivitas versi humanisme menganggap sifat objektif adalah bilamana individu peneliti berusaha menghilangkan keberpihakan dan judgement yang ada di dirinya sendiri dan mencoba menilai objek berdasarkan aspek-aspek, pola pikir, keadaan si individu untuk mencari solusi terbaik bagi individu menurut keadaan lingkungan dan cara berpikir individu itu sendiri. Seorang humanis tidak akan mengatakan bahwa klien/objek penelitiannya sakit jiwa dan perlu diobati, seorang humanis hanya akan mencari penyelesaian yang menguntungkan pihak si individu objek yang tidak melanggar ‘moral dasar’ (misal:tidak berbohong, tidak menipu, tidak merugikan kepentingan individu lain, dsb.)
3.        Objektivitas versi Petualang      
Dalam objektivitas versi petualang, sikap objektif adalah dengan tidak menerima teori atau kesimpulan begitu saja tanpa pembuktian dengan tolak ukur pengalaman di ruang pribadi. Seorang petualang akan merasa penelitiannya objektif bilamana ia secara sadar telah memasukkan dirinya sendiri ke dalam ruang yang sama dengan object yang diteliti. Hidup bersama
dengan turut menjalankan proses kehidupan, sifat-sifat, pengalaman-pengalaman pribadi objek yang diteliti.


B.       Prinsip Prinsip Objektivitas
Dalam ilmu-ilmu sosial, masalah obyektivitas dari informasi yang dikumpulkan dalam penelitian merupakan suatu isyu yang utama dalam metode ilmiahnya. Sebab, berbeda dengan dalam sains, informasi yang dikumpulkan itu berasal dari dan mengenai kegiatan- kegiatan manusia sebagai mahluk sosial dan budaya, sehingga dapat melibatkan hubungan perasaan dan emosional diantara peneliti dengan pelaku yang diteliti.
Untuk menjaga obyektivitas tersebut, dalam ilmu-ilmu sosial terdapat prinsip-prinsip sebagai berikut:
1.        Ilmuwan harus mendekati segala sesuatu yang menjadi sasaran kajiannya dengan penuh keraguan dan skeptik;
2.        Ilmuwan harus obyektif dalam menilai segala sesuatu, yaitu harus membebaskan dirinya dari sikap-sikap pribadinya, keinginan-keinginannya, dan kecenderungan-kecende-rungannya untuk menolak atau menyukai data yang telah dikumpulkannya;
3.        Ilmuwan harus secara etika bersikap netral atau terbebas dari membuat penilaian-penilaian menurut nilai-nilai budayanya mengenai hasil-hasil penemuannya, dan dalam hal ini dia hanya dapat memberikan penilaian mengenai data yang diperolehnya itu apakah sebagai data yang benar atau data yang palsu; dan begitu pula dalam kesimpulan-kesimpulannya dia tidak boleh menganggap bahwa datanya tersebut adalah data akhir, mutlak, atau kebenaran universal. Karena kesimpulan-kesimpulannya hanya berlaku secara relatif sesuai dengan waktu dan tempat dimana penelitian itu dilakukan.
Untuk menjaga nilai obyektif dari data yang dikumpulkan maka dalam setiap kegiatan penelitian harus berpedoman pada metode ilmiah yang ketentuan-ketentuannya mencakup hal-hal sebagai berikut:
1.        Prosedur pengkajian/penelitian harus terbuka untuk umum dan dapat diperiksa oleh peneliti lainnya;
2.        Definisi-definisi yang dibuat dan digunakan adalah tepat dan berdasarkan atas konsep-konsep dan teori-teori yang sudah ada;
3.        Pengumpulan data dilakukan secara obyektif;
4.        Penemuan-penemuannya akan ditemukan ulang oleh peneliti lain; yaitu untuk sasaran atau masalah penelitian yang sama dan dengan menggunakan pendekatan dan prosedur penelitian yang sama;
5.        Di luar bidang sains, tujuan kegiatan pengkajian/penelitian adalah untuk pembuatan teori-teori penjelasan, interpretasi, dan prediksi-prediksi (khususnya dalam ilmu ekonomi) mengenai gejala- gejala yang dikaji.
Secara garis besarnya ada dua macam penelitian yaitu:
 1.  Penelitian Dasar (basic research), penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk pengembangan teori-teori ilmiah atau prinsip- prinsip mendasar dan umum dari bidang ilmu yang bersangkutan, dan yang penemuan teori-teori ilmiahnya tersebut dapat digunakan untuk kepentingan kegiatan-kegiatan penelitian yang bersifat aplikasi agar hasilnya lebih baik
 2.  Penelitian untuk aplikasi (applied research), yang ditujukan untuk menemukan teori-teori atau prinsip-prinsip yang mendasar dan umum dari masalah yang dikaji untuk dapat memecahkan/mengatasi masalah tersebut dan masalah-masalah lainnya yang tergolonga dalam tipe dan kelas yang sama. Masalah-masalah tersebut dapat berupa, atau berkaitan dengan masalah-masalah, bisnis, pemerintahan, perburuhan, pendidikan, ketegangan sosial, dan sebagainya.
Disamping itu, kegiatan-kegiatan penelitian juga dapat digolongkan menurut corak kegiatannya yaitu:
1.      Penelitian yang dilakukan secara individual, yang dalam hal mana peneliti melakukan kegiatan penelitian semata-mata berlandaskan pada perhatian ilmiah dan bebas dari pengaruh keinginan birokrasi pemerintahnya ataupun kepentingan praktis untuk memecahkan sesuatu masalah yang dihadapi oleh masyarakatnya; kegiatan penelitian seperti ini hanyalah dengan tujuan untuk memperdalam pengetahuannya dan untuk penciptaan/penemuan teori baru atau verifikasi teori yang sudah ada
2.       Penelitian terorganisasi sebagai sebuah kelompok penelitian, yaitu suatu kegiatan penelitian yang dilakukan sekelompok peneliti untuk suatu masalah penelitian yang satu atau untuk sejumlah masalah penelitian yang saling berkaitan dan terkordinasi satu sama lainnya; kegiatan penelitian terorganisasi biasanya dilakukan untuk suatu tujuan aplikasi tertentu. Sesungguhnya kegiatan penelitian aplikasi tidak hanya dilakukan secara terorganisasi dalam bentuk sebuah kelompok peneliti tetapi dapat juga dilakukan oleh seorang peneliti saja. Karena peneliti tersebut biasanya dibantu oleh sejumlah asisten dalam melakukan kegiatan penelitiannya maka juga seringkali kegiatan penelitian seperti ini digolongkan sebagai kegiatan penelitian terorganisasi dalam kelompok.

C. Tahapan-tahapan Penelitian
Setiap kegiatan penelitian selalu dilakukan dengan melalui tahapan-tahapan; dan tahapan-tahapan tersebut dilakukan berlandaskan pada prinsip-prinsip yang terdapat dalam metode ilmiah. Adapun tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut:
1.    Masalah penelitian didefinisikan;
2.    Masalah penelitian tersebut dinyatakan/diungkapkan dalam kaitannya dengan sesuatu kerangka teori tertentu dan berkaitan dengan penemuan-penemuan yang telah ada dari hasil-hasil penelitian sebelumnya oleh peneliti lainnya;
3.    Sebuah hipotesis atau sejumlah hipotesis yang berkaitan dengan masalah penelitian tersebut diciptakan, yang dibuat berdasarkan atas teori-teori yang telah ada sebelumnya, dan hipotesis tersebut menjadi landasan bagi terciptanya masalah penelitian;
4.    Prosedur pengumpulan data ditentukan;
5.    Data dikumpulkan dengan menggunakan tehnik-tehnik penelitian yang telah dikemukakan dalam prosedur penelitian;
6.    Data dianalisis untuk menentukan apakah hipotesis yang telah ditentukan itu dibenarkan/diterima ataukah ditolak; dan
7.    Kesimpulan-kesimpulan dari kajian/penelitian yang dilakukan dihubungkan dengan kerangka teori semula yang digunakan, yang dapat menghasilkan sesuatu perubahan dari teori yang digunakan tersebut setelah diperbandingkan dan dianalisis dengan hasil- hasil penemuan dari penelitian tersebut.
D.    Masalah Penelitian
Diantara berbagai kesukaran dalam melaksanakan penelitian sesuai dengan tahapan-tahapan penelitian, yang tersukar adalah pembuatan masalah penelitian. Tahap-tahap lainnya yang ada dalam prosedur penelitian di Indonesia, telah dipecahkan hambatan- hambatannya melalui berbagai kegiatan penataran dan latihan penelitian sehingga para peneliti Indonesia dapat menjadi pengumpul data yang baik. Tetapi pembuatan masalah penelitian memerlukan kesanggupan pengetahuan yang lebih banyak daripada hanya sekedar sebagai pengumpul data; dan kenyataan ini berbeda dengan pandangan orang awam pada umumnya.
Pada umumnya orang awam berpendapat bahwa masalah penelitian dalam kegiatan penelitian ilmu-ilmu sosial adalah sama dengan masalah sosial (yaitu gejala atau serangkaian gejala yang ada dalam kehidupan sosial yang coraknya menyimpang dari keteraturan sosial yang berlaku sehingga oleh para warga masyarakat digolongkan sebagai masalah sosial). Disamping itu, ada juga orang awam yang menganggap bahwa suatu penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari bidang ilmu-ilmu sosial hanyalah bertujuan untuk mengungkapkan hal-hal yang aneh atau unik atau menarik hati. Anggapan-anggapan seperti tersebut diatas tentu saja tidak benar. Karena sama halnya dengan penelitian-penelitian yang dilakukan oleh para ahli dalam bidang sains dan teknologi, penelitian- penelitian yang dilakukan oleh para ahli ilmu-ilmu sosial juga bertujuan untuk mencapai suatu pengertian mengenai prinsip-prinsip mendasar yang berlaku umum mengenai hakekat hubungan diantara variabel-variabel yang ada dalam sasaran penelitiannya. Hanya bedanya dengan sains adalah teori-teori yang ditemukan dalam penelitian ilmu-ilmu sosial adalah teori penjelasan dan bukannya rumus-rumus atau hukum-hukum.
Kalau sebuah masalah sosial itu pada hakekatnya berasal dari dan terwujud dalam kehidupan sosial masyarakat yang bersangkutan, maka sebuah masalah penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.    Penciptaan sebuah masalah penelitian dilakukan dengan berlandaskan pada pembuatan sebuah proposisi (teori atau hipotesis yang belum diuji kebenarannya) yang kerangka acuannya adalah hasil pengkajian mengenai kaitan hubungan antara sejumlah teori yang sudah ada dan relevan, dan yang hasil kajian tersebut dikaitkan dengan kenyataan-kenyataan yang dihadapi. Dari hasil kajian tersebut dapat tercipta masalah atau masalah-masalah teori yang perlu dikaji kebenarannya berdasarkan atas fakta-fakta.
2.    Penciptaan sebuah masalah penelitian, dengan demikian, adalah sama juga dengan penciptaan suatu model teori atau hipotesis yang dapat digunakan sebagai pedoman bagi kegiatan penelitian dan bagi mengungkapkan kebenaran dari proposisi yang telah dibuat tersebut.
3.    Dengan demikian pula, setiap kegiatan ilmiah, sebenarnya sama dengan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menguji dan memantapkan kebenaran sesuatu teori atau teori-teori yang ada dengan berdasarkan atas bukti-bukti yang telah dikumpulkan dalam penelitian.
Pembuatan masalah penelitian dimulai dengan memilih masalah penelitian. Ada dua cara yang dapat ditempuh dalam memilih sebuah masalah penelitian yaitu;
1.     Masalah dibuat berdasarkan atas masalah sosial yang ada di dalam kehidupan sehari-hari, yang dilihat dan dirasakan sebagai sebuah masalah oleh para warga masyarakat, yang kemudian diangkat sebagai sebuah masalah konseptual (contoh : Kurangnya Pengaruh Kontrol Orang Tua Terhadap Tingkat Kenakalan Remaja di Jakarta).
2.    Masalah penelitian dapat dibuat berdasarkan atas memperhubungkan kaitan antara satu konsep dengan konsep-konsep lain, yang menuntut dibuatnya penjelasan mengenai hakekat dari kaitan hubungan-hubungan yang diakibatkannya, dan menuntut adanya pembuktian mengenai kebenaran hakekat (teori atau hipotesis) tersebut berdasarkan atas bukti-bukti empirik yang secara obyektif dan ilmiah dapat dipertanggung-jawabkan (contoh: Hubungan Kekerabatan, Hubungan Kerja, dan Keberhasilan Bisnis Keluarga). Dari hasil pemilihan masalah seperti tersebut di atas, yang dihasilkan belumlah berbentuk sebuah masalah penelitian, tetapi baru sebuah Pernyataan Maksud Penelitian atau statement of intent.
Tahap selanjutnya yang harus dilakukan untuk membuat sebuah masalah penelitian adalah mengolah pernyataan maksud penelitian yang telah dibuat melalui tahap-tahap berikut ini.
1.    Membaca, menyeleksi, dan memperdalam konsep-konsep yang relevan dengan masalah penelitian yang dipilih.
2.    Membaca dan menyeleksi hasil-hasil penelitian yang relevan dengan masalah penelitian yang telah dipilih dan secara terseleksi menggunakan penemuan-penemuan yang telah dihasilkan berbagai penelitian terdahulu; baik mengenai tesis atau teorinya, maupun mengenai datanya yang relevan kegunaannya bagi masalah penelitian tersebut.
3.    Membuat hipotesis, yaitu memperlakukan masalah penelitian yang telah dipilih itu sebagai terdiri atas satuan-satuan variabel yang hubungan sebab akibat di antara variabel-variabel tersebut menghasilkan hipotesis atau teori yang perlu dibuktikan kebenarannya.
4.    Membaca dan mempelajari wilayah-wilayah masyarakat dan kebudayaannya untuk diseleksi dan dijadikan sasaran penelitian (sebagai kasus) untuk pembuktian kebenaran hipotesis yang telah dibuat.
E.       Subjektivitas dan objektivitas
a.   Subjektivitas
Seperti telah disinggung di atas bahwa subjektivitas adalah suatu sikap yang memihak dipengaruhi oleh pendapat pribadi atau golongan, dipengaruhi oleh nilai-nilai yang melingkupinya. Dalam sejarah unsur ini banyak terdapat dalam proses interpretasi. Sejarah, dalam mengungkapkan faktanya membutuhkan interpretasi dan interpretasi melibatkan pribadi/subyek. Selain yang diinterpretasikan adalah peristiwa masa lalu yang sudah ditinggalkan. Sekalipun masih ada itu hanya ada dalam pikiran sejarawan/subyek tersebut. Sejarawan tersebut yang hidup di masa kini, tentu saja dalam melakukan interpretasi dipengaruhi oleh keadaan zamannya. Selain itu terdapat faktor lain yaitu menurut pendapat G.G.J Resink yang turut mempengaruhi subyektivitas yaitu lingkungan kultural Indonesia yang majemuk dan terbuka untuk banyak tafsiran, sinkretisme religius dan kultural, kecenderungan untuk mencari ketenangan dengan sikap jujur.
Untuk itulah, hingga melahirkan subjektivisme, dimana objek tidak lagi dipandang/dinilai sebagaimana seharusnya; tetapi dipandang sebagai "kreasi", "konstruksi" akal budi. Mengapa subjektif, karena menurut Nugroho bahwa sejawaran tidak menangkap objek, yakni hal-hal yang pernah nyata pada masa lampau dengan menangkap ideanya. Sedangkan idea itu sesuatu yang subjektif. Walaupun demikianbahwa pengetahuan subjektif tidak selalu mutunya lebih rendah dari pengetahuan lainnya.
Artinya, dari penjelasan ini bahwa unsur subjektif diperbolehkan/dihalalkan selama tidak mengandung subjektivistik yang diserahkan kepada kesewenang-wenangan subjek, dan konsekuensinya tidak lagi real sebagai objektif.
b.Objektivitas
Objektivisme yaitu sikap yang tidak dipengaruhi oleh pendapat pribadi atau golongan didalam mengambil keputusan. Objektivitas sebagai realitas adalah ketidaktersembunyiannya realitas tersebut bagi subjektivistas.
Seperti yang kita tahu, keberhasilan ilmu pengetahuan alam membuat banyak orang memandangnya sebagai model ideal ilmu. Dalam ilmu pengetahuan alam yang mendasarkan diri pada pengalaman yang didapat lewat indera maka yang terjadi adalah pendekatan pada suatu objek yang dilakukan ilmu pengetahuan alam terjadi lewat cara objek tersebut memberikan dirinya secara lahiriah kepada pancaindera. Dengan demikian, fakta yang konkret dapat dihasilkan dan diujicobakan kebenarannya sesuai dengan hukum-hukum yang dimilikinya. Berbeda dengan sejarah yang objeknya manusia, maka ketika objektivitas dalam ilmu pengetahuan alam tidak dapat diterapkan dalam ilmu sejarah karena subjek penyelidik sejarawan mulai terlibat, disitulah objektivitas sejarah mulai diragukan.
Dalam sejarah, bagaimanapun subjektivitas merupakan unsur penting bagi terwujudnya ilmu pengetahuan sejarah itu sendiri karena tiada pengetahuan yang tidak berhubungan dengan subjek. Walaupun begitu, sejarah sebagai ilmu dituntut objektif, ilmu tanpa objektivitas tidak mempunyai nilai ilmiah dan akan berhenti sebagai ilmu. Sejarawan berusaha seobjektif mungkin, akan tetapi bagaimanapun objektivitas itu dihasilkan akan tenggelam dalam subjektivitas, sebab untuk dijadikan sejarah, objek harus ditafsirkan oleh subjek. Untuk mendapatkan keobjektivannya, seorang sejarawan harus memiliki filsafat yang sehat, memiliki kejujuran intelektual, dan objektivitas akan semakin didapat dengan semakin kayanya bagasi intelektual, perlengkapan kejiawaan subjektivitas sejarawan. Objektivitas ini dapat dihasilkan dengan menggunakan metode subjektivo-objektif, dengan begitu ilmu disadarkan atau kemungkinannya dan akar konteksnya dalam perspektif rasionalitas yang lebih luas.
Menurut sejarawan dan filsuf sejarah yang berhaluan Marxi, penulisan sejarah yang objektif tidak mungkin dan tidak perlu dicita-citakan. Hasrat akan tercapainya suatu masyarakat yang lebih baik dan adil harus merupakan nilai dan pedoman menuntun sejarawan dalam penelitiannya.
Objektivitas ilmu
Objektivitas dalam ilmu sering dikaitkan sebagai pengukuran ilmiah yang diuji oleh parailmuwan. Keobjektifan tidak berpihak pada satu subjek saja tetapi dapat diterima oleh semuaorang, karena suatu pernyataan yang diberikan kepada orang-orang tersebut bukan merupakansatu asumsi,prasangka, atupun nilai-nilai yang dianut oleh subjek tertentu. Agar dapat dikatakanobjektif maka hasil dari suatu penelitian ilmiah itu sebaiknya harus disampaikan dari orang keorang, dan kemudian di sampaikan kembali ke orang ketiga yang lebih mengerti akan objektif atau tidaknya hasil penelitian ilmiah tersebut.  Pandangan tradisional terhadap objektivitas telah mengabaikan beberapa hal yaitu, pertama dalam pemilihan penelitian objek khusus adalahkeputusan subjektif yang sering dikaitkan dengan reduksionisme. Kedua, berpotensi akanbanyaknya keraguan  dalam hal ukuran metodologi dan instrument
nya. Dalam proses penelitianbeberapa kualitas dari objek tersebut akan diabaikan, dan keterbatasan instrument yang dipilihmenyebabkan data harus dipertimbangkan. Subjektivitas di bangun dalam sistem konseptual, iapun dapat dilibatkan dalam rancangan alat yang digunakan dalam penelitian. Jumlah ini bisadibilang objektifitas bahkan tidak mungkin dalam beberapa situasi. Suatu masalah akan timbulapabila tidak memahami batas-batas obyektivitas dalam penelitian ilmiah. Pemilihan objek danpengukuran biasanya subjektif, ketika hasil dari proses subjektif harus disama ratakan dengansystem yang lebih besar dari objek yang telah dipilih.Masalah subjek-objek selalu berkaitan dengan pengalaman manusia itu sendiri ataubagaimana si manusia itu dalam mengkaji suatu masalah. Bagaimana si subjek berhubungandengan objek itu disebut dengan “subjek mengetahui”. Masalah subjek dan objek ada dua yaitu,pertanyaan tentang “apa” yang kita tahu dan “bagaimana” kita tahu apa yang kita tahu.Hasil pengukuran biasanya disajikan dalam skala numeric unit standar sehingga dapatdipahami oleh semua orang. Data nominal harus digunakan, idealnya kriteria objektif untuk menempatkan klasifikasi, seperti dalam penggolongan yang berbeda dapat menghasilkan hasilyang sama. Aspek lain metodologis adalah menghindari bias, yaitu bias kognitif, bias budayaatau bias sampling. Metode untuk mengatasi bias tersebut mencangkup random sampling dan ujicoba. Untuk kesalahan yang tidak disengaja tapi mungkin sistematis, ada kemungkinan hasil


Bila sebuah masalah penelitian telah dibuat, maka tahap berikutnya adalah membuat rencana penelitian, yang pembuatannya dilakukan dengan berlandaskan pada masalah penelitian tersebut. Masalah penelitian menentukan luasnya ruang lingkup dan tingkat kedalaman dari data yang akan dikumpulkan dalam penelitian, serta menentukan pendekatan yang akan digunakan sebagaimana terwujud dalam teknik-teknik pengumpulan data dan analisis data. Dalam penelitian ilmiah, secara garis besarnya terdapat dua golongan pendekatan yaitu pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif.
Pendekatan kualitatif memusatkan perhatiannya pada prinsip-prinsip umum yang mendasari perwujudan satuan-satuan gejala yang ada dalam kehidupan sosial manusia, sedangkan pendekatan kuantitatif memusatkan perhatian pada gejala-gejala yang mempunyai karakteristik tertentu di dalam kehidupan manusia yang dinamakannya sebagai variabel. Dalam pendekatan kuantitatif hakekat hubungan di antara variabel-variabel dianalisis dengan menggunakan teori yang obyektif, sedangkan di dalam pendekatan kualitatif yang dianalisa bukannya variabel-variabel, yang sebetulnya adalah gejala sosial, tetapi prinsip-prinsip umum yang paling mendasar yang menjadi landasan dari perwujudan satuan-satuan gejala tersebut, yang dianalisis dalam kaitan hubungan dengan prinsip-prinsip umum dari satuan-satuan gejala lainnya dengan menggunakan kebudayaan masyarakat yang bersangkutan, dan dari hasil analisis tersebut dianalisis lagi dengan menggunakan seperangkat teori yang berlaku.
Dengan demikian, jelas perbedaan sasaran kajian antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif, di mana sasaran kajian kuantitatif adalah gejala, sedangkan sasaran kajian pendekatan kualitatif adalah prinsip-prinsip umum dari perwujudan gejala-gejala. Karena gejala-gejala yang ada di dalam kehidupan manusia itu terbatas banyaknya, dan tidak terbatas pula kemungkinan-kemungkinan variasi dan hierarkinya, maka juga diperlukan pengetahuan statistik, yang secara kuantitatif berguna untuk menggolong-golongkan dan menyederhanakan variasi dan hierarki yang ada dengan ketepatan yang dapat diukur secara kuantitatif, dan begitu juga dalam hal penganalisaan data yang telah dikumpulkan. Sedangkan di dalam pendekatan kualitatif pengukuran dari makna dan peranan gejala-gejala yang menggunakan prinsip-prinsip yang berlaku di dalam kebudayaannya tidak dapat dilakukannya secara obyektif dengan menggunakan ketepatan perhitungan kuantitatif karena makna dari satuan-satuan gejala tidak hanya dapat dilihat di dalam satu konteks saja tetapi juga dapat dilihat dari banyak konteks yang tidak terkontrol.
Dalam pendekatan kualitatif yang menjadi sasaran kajian/penelitian adalah kehidupan sosial atau masyarakat sebagai sebuah satuan atau sebuat kesatuan yang menyeluruh. Karena itu pendekatan kualitatif biasanya juga dikaitkan dengan pengertian yang sama dengan pendekatan yang dalam antropologi dikenal dengan istilah pendekatan holistik. Dalam pendekatan tersebut tidak dikenal adanya sampel, tetapi penelitian kasus, yaitu sasaran penelitian dilihat sebagai sebuah kasus yang diteliti secara mendalam dan menyeluruh untuk memperoleh gambaran mengenai prinsip-prinsip umum atau pola-pola yang berlaku umum berkenaan dengan gejala-gejala yang ada dalam kehidupan sosial masyarakat yang diteliti sebagai kasus tersebut.
Dalam pendekatan kualitatif metode penelitian yang umumnya digunakan adalah :
1.    Metode pengamatan yang digunakan untuk mengamati gejala-gejala yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang diteliti. Dengan menggunakan metode pengamatan seorang peneliti, dengan berpedoman pada kategori dan kelas tingkat gejala yang harus diamati, dapat mengumpulkan kumpulan data yang lengkap berkenaan dengan gejala-gejala (tindakan, benda, peristiwa dsb) dan kaitan hubungan antara satu dengan lainnya yang mempunyai makna bagi kehidupan masyarakat yang diteliti.
2.    Metode pengamatan terlibat, sebuah teknik pengumpulan data yang mengharuskan si peneliti melibatkan diri dalam kehidupan dari masyarakat yang diteliti untuk dapat melihat dan memahami gejala-gejala yang ada sesuai makna yang diberikan atau dipahami oleh warga masyarakat yang ditelitinya. Termasuk di dalam pengertian metode pengamatan terlibat adalah melakukan wawancara atau berkomunikasi dengan para warga masyarakat yang diteliti dan mendengarkan serta memahami apa yang didengarkan.
3.    Wawancara dengan pedoman, adalah suatu teknik untuk mengumpulkan keterangan dari para anggota masyarakat mengenai suatu masalah khusus dengan teknik bertanya yang bebas yang tujuannya adalah memperoleh informasi dan bukannya memperoleh pendapat atau respons. Contoh penggunaan metode wawancara dengan pedoman adalah mengumpulkan data mengenai sistem kekerabatan yang di dalamnya tercakup informasi mengenai aturan-aturan berkenaan dengan struktur kedudukan dan peranan di antara mereka yang tergolong sekerabat dan yang struktur tersebut tercermiun di dalam sistem istilah kekerabatan. Karena itu pemberi keterangan atau informasi di dalam penelitian kualitatif, yang biasanya dilakukan oleh para ahli antropologi, adalah informan. Ini dibedakan dengan penelitian yang menggunakan kuesioner yang pada dasarnya bertujuan mengumpulkan data mengenai respons atau pendapat yang diwawancarai mengenai suatu gejala atau persitiwa, yang pemberi keterangan atau responsnya dinamaka responden.
G.      Contoh masalah yang timbul dalam melakukan studi kepustakaan
Beberapa hambatan yang sering menyebabkan ketidak lancaran kegiatan ini antara lain:
1.        Kurangnya buku atau sumber kepustakaan lain, terutama yang bersifat ilmiah. Sampai saat ini masih terasa sangat kurang bahan kepustakaan ilmiah di Indonesia. Demikian pula bahan kepustakaan ilmiah dari luar negeri juga sulit diperoleh. Hal ini mungkin disebabkan belum berkembangnya system dokumentasi, tidak adanya atau kurangnya komunikasi ilimiah antara peneliti, atau mahalnya biaya kirim atau perizinan, serta hal-hal birokratis lain yang menghambat pemanfaatan informasi ilmiah.
2.        Kelemahan peneliti untuk memahami tulisan-tulisan dalam bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Ketidakmampuan membaca buku referensi dalam bahasa asing menyebabkan peneliti tidak dapat memanfaatkan informasi ilmiah dari luar negeri. Penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, akan sangat membantu peneliti untuk mengikuti perkembangan informasi ilmiah. Hasil-hasil penelitian dan teori-teori yang sudah dikembangkan dan tertulis dalam bahasa Inggris tidak dimanfaatkan oleh peneliti yang mau memperdalam pengetahuan yang relevan dengan bidangnya bila dia tidak mampu membaca bahasa asing.
3.        Rendahnya minat peneliti untuk membaca tulisan ilmiah untuk dapat mengikuti perkembangan ilmu di bidangnya masing-masing.
Untuk mengurangi hambatan di atas peneliti dapat menghubungi lembaga lain atau koleganya untuk saling menukar informasi dan meminjam buku-buku ilmiah yang baru. Selain dari itu, usaha menerjemahkan buku-buku berbahasa asing, terutama yang berbahasa Inggris, perlu digalakkan dan ditangani dengan sungguh-sungguh.


Bagian IX
PUBLIKASI PEMERINTAH
Latar Belakang
            Publikasi pemerintah sekarang yang penting sumber informasi ilmiah. Pemerintah dari berbagai Negara sekarang memelihara satu atau lebih laboratorium penelitian dan jumlah ini terus berkembang. India sendiri telah menetapkan sebelas laboratorium nasional sejak tahun 1947 yang salah satunya adalah laboratorium kimia. Sebuah kisah menarik ini, “india berpaling kepada ilmu pengetahuan,” adalah Mrs. Mc. Bains Koran. Jumlah besar karya ilmiah yang berharga ini dilakukan disebagaian ditutupi oleh industri dan universitas laboratory. Laboratorium pemerintah yang didirikan untuk kesejahterssn Negara secara keseluruhan dan berada dalam laboratorium mereka menganggap diluar tanggung jawab atau kepentingan.
            Laporan dari banyak penelitian ilmiah ini muncul hanya dalam publikasi pemerintah. Laporan yang muncul dalam majalah ilmiah lain yang disponsori oleh pemerintah atau penerbit lain dan ditutup oleh jurnal abstrsk dan pengindeksan serial sekarang tidak ada masalah ketika dating ke lokasi mereka. Ini adalah jumlah besar bahan dikeluarkan sebagai barang terpisah pada waktu yang tidak teratur membuat publikasi pemerintah sulit untuk bersaing dan menemukan bila diperlukan. Publikasi pemerintah meliputi banyak informasi kimia berharga. Mereka muncul sebagai bulletin, teknis kertas, pamphlet, daun memungkinkan dan buku-buku mereka yang tercatak atau diproses (fotokopi atau duplikasi dalam beberapa bentuk serupa), dan jumlah mereka banyak.
Contoh-contoh Publikasi
            Publikasi pemerintah amerika Serikat dibahas disini paling lengkap karena mereka mungkin yang paling banyak dan karena Amerika menggunakan bahan lebih sering. Juga, ada banyak kesamaan dalam pekerjaan laboratorium pemerintah dan instansi terkait dengan ilmu pengetahuan. Ini tidak boleh ditafsirkan bahwa publikasi ilmiah pemerintah Amerika Serikat yang perlu yang paling penting.
            Amerika Serikat, pemerintah federal sejumlah laboratorium pemerintah telah melakukan kerja penelitian dalam kimia selama bertahun-tahun dan penerbitan hasil secara pribadi, dalam majalah-majalah yang tidak publikasi pemerintah. Sebelum Perang Dunia II, jumlah penelitian kimia yang dilakukan oleh instansi pemerintah relative kecil sebanding dengan yang dilakukan di industri swasta dan universitas. Namun, banyak pekeerjaan berharga yang dilakukan di laboratorium pemerintah sebelum Perang Dunia II. Laboratorium ini prihatin tidak dalam kewajiban tersebut. Penelitian di Nasional Bureau of Standards, misalnya di bidang kesejahteraan public dan menghaslkan bahan kimia tersebut dan informasi ilmiah yang tidak tersedia dari sumber lain.
            Selama Perang Dunia II, sebuah ekspansi besar-besaran dalam penelitian ilmiah pemerintah terjadi dan sekarang ini merupakan kegiatan utama. Editorial kimia dan teknik berita 30, 3077 (1952) yang berjudul “Paman Sam Peneliti” mengutip sebuah studi oleh paul B. Beal yang menyatakan bahwa 22 badan-badan pemerintah yang bertanggung jawab ats pengeluaran $ 1,6 milyar pada tahun 1952 untuk penelitian ilmiah dan bahwa, selain bekerja di laboratorium pemerintah, banyak dari penelitian ini dilakukan untuk kontrak dengan sekitar 1.500 organisasi industri dan sekitar 150 perguruan tinggi dan universitas. Juga, menurut Beal, adalah extremely sulit untuk memperkirakan berapa banyak dari total yang diperuntukkan untuk menunda nasional. Dan tujuan militer, dan berapa banyak untuk proyek-proyek non-militer. Fondasi sains nasional diciptakan oleh tindakan kongres pada Mei, 10, 1950; salah satu fungsi lembaga federal ini adalah untuk mengembangkan kebijakan nasional untuk mempromosikan riset dan pendidikan dasar dalam bidang sains. Perkembangan ini bias ditunjukkan tetapi mereka cukup untuk menekankan fakta bahwa pekerjaan penelitian kimia.
            Mengorganisir dalam lembaga pemerintah dibagian yang jauh lebih besar dari total yang digunakan untuk menjadi. Tepat betapa pentingnya publikasi pemerintah dan pemerintah menerbitkan dokumen-dokumen yang sebagai sumber informasi kimia dalam perbandingan dengan buku-buku, majalah dan paten, adalah sulit untuk ditentukan. Beberapa hasil penelitian pemerintah diklasifikasikan, setidakmya utnuk sementara, yang mencagah publikasi. Ketika declassified informasi sering diterbitkan di jurnal. Bebrapa dilaporkan pemerintah dalam bulletin, sekebaran, laporan, dan kertas-kertas dan beberapa tetep tidak dipublikasikan, seperti biasa beberpa dunia, ssebagai dokumen meroneo diketik atau tahu yang mengemudi atsu salinan microfilm
            Ketiak seorang melalui pencarian literature kimia dibuat sumber pemerintsa ini harus dipertimbangkan dalam dari hasil penelitian kimia, pemerintah menerbitkan banyak informasi yang penting bagi kimiawan. Ini termasuk bibliografi, penyusunan data fisik dan kimia, kimia standar utnuk peralatan dan perlengkapan, informasi mengenai penanganan yang aman dan penyimpanan bahan kimia dan banyak jenis lainnya terlalu banyak untuk disebutkan banayk informasi ini tidak tersedia ditempat lain. Pemerintah juga menerbitkan informasi dalam jumlah besar untuk sumber daya alam, perdagangan dan lain-lain statistic informasi bisnis yang ada yang berharga bagi industri kimia. Dalam banyak kasus informasi ini dapat diperoleh hanay dari sumber-sumber pemerintah ini untuk digunakan dalam operasi bisnis dan riset pasar kimia. Kuantitas dan perkembangan baik pada publikasi ini membuat sulit untuk mencari informasi. Pemerintah Negara yang bersatu dikatakan penerbit terbesar di dunia setidaknya dilihat dari jumlah masing-masing produk. Bahkan dengan besar berjaga-jaga, mudah mungkin untuk dokumen pemerintah kehilangan minat dan nilai. Dosis ruang diskusi tidak menginjinkan lingere semua pertama pemerintah berbagai publikasi. Kata benda yang mengikuti hanya dimaksudkan untuk memberikan ide-ide beberapa jenis informasi evaluable dari berbagai instansi pemerintah dan untuk membantu para ahli kimia menemukan bahwa publikasi dimana ia tertarik. Catatan ini hanya meliputi lembaga-lembaga yang paling sering mempublikasikan materi yang menarik bagi ahli kimia atau industri kimia. Apalagi sumber informasi tentang publikasi mereka akan mengikuti. Lembaga tersebut duatur sesuai dengan rencana pemerintah sekarang organisasi.

1.      Departemen Pertanian U.S
            Berbagai instansi di lingkungan departemen pertanian kimia menrbitkan banyak minat dan cukup materi statistik. Pekerjaan penelitian mencakup semua fase kimia pertanian, penggunaan produk pertanian di industri, pengolahan makanan, gizi dan bidang lainnya. Beberapa lembaga tersebut; Biro ekonomi peertanian. Biro menerbitkan semua jenis informasi statistic dan survey ekonomi. Biro kimia industri dan pertanian. Penekanan utama di sini adalah penelitian kimia untuk menemukan outlet untuk produk pertaanian (baik untuk industyri makanan dan menggunakan). Biro industri hewan. Banayk pekerjaan kimia alami diterbitkan berurusan dengan daging, kulit, bulu, binatang gizi, dan topic serupa.
            Biro industri Dairy. Sejumlah besar pubikasi kimia berhubung dengan gizi sus sapi, susu dan produk susu berasal di sini. Biro tanaman etimologi dan Karantina. Banyak penelitian kimia kerja yang dilakukan biro ini pada penemuan dan pengembangan insektisida dan fungisida.
            Laboratorium produk hutan. Laboratorium ini, dipelihara di Madison. Wisconsin, isu banyak bulletin teknis yang berhubungan dengan kimia kayu, kertas, selulosa dan produk kayu lain seperti terpentin dan dammar. Biro gizi manusia dan ekonomi rumah. Penelitian kimia biro ini berkaitan dengan gizi, persaingan makanan dan tekstil. Biro tanaman industri, tanah, dan teknik pertanian. Masalah biro ini banyak informasi mengenai tanah pupuk kimia.
            Departemen pertanian laboratorium di seluruh Amerika Serikat, tertapi kebanyakan biro memiliki laborastorium di pusat penelitian pertanian di Beltsville, Maryland, dimana banyak penelitian dilakukan.
2.      Departemen Komersial U.S
            Lembaga dalam departemen juga menyediakan baik kimia dan informasi bisnis. Biro sensus, Fakta dan statistic yang dikumpulkan diterbitkan tidak ternilai bagi industri kimia dalam penelitian bisnis mereka. Sensus pertanian, sensus-sensus bisnis dan mineral, industri semua nilai besar. Ada yang lain selain kompilasi khusus untuk sensus penduduk. Pembuatan sensus menunjukkan antara lain, jumlah dalam jenis pabrik kimia dan nilai dari banyak produk kimia nampan di obat-obatan dan cat. Factor-faktor untuk industri laporan ini diterbitkan bulanan, kuartalan dan setiap tahun untuk menyediakan data saat ini. Ini mencakup banyak bahan kimia dan produk yang menggunakan bahan kimia dalam pembuatan. Statistic perdagangan luar negri sekarang di biro sensus;
            Ini di mana dipindahkan dari biro perdagangan dalam dan luar negri pada tahun 1941. Laporan perdagangan asing memberikan informasi saat ini diterbitkan bulanan statistic perdagangan ini tidak ternilai dan memiliki cakupan yang luas.
            Biro perdagangan asing dan domestic. Publikasi ini bersama-sama dengan orang dari biro sensus merupakan dasar dari bisnis kimia perpustakaan. Penerbitan dan pelayanan dari biro rumah tangga asing dan perdagangan atau banyak; dengan firman talang air dan mendistribusikan informasi yang meliputi kondisi bisnis di rumah dan di luar negri sangat luas. Banyak dari kerja dan banyak dari publikasi berhubungan langsung dengan bahan kimia dan bahan kimia industri. Biro nasional standar. Biro ini tidak banyak pekerjaan kimia dan menerbitkan informasi yang berguna mengenai kimia analitik, kimia organic, kimia fisik, kimia anorganik, disamping berbagai tahapan industri kimia. Hal ini menetukan dan menyediakan banyak informasi mengenai konstan dan fisik bahan. Ini juga sumber informasi dari banyak jenis.
            Kantor paten. Lembaga ini telah dibahas dalam bab kantor paten layanan teknis. Prinsip fungsi kantor layanan teknis untuk menyediakan semua laporan penelitian declassified yang berasal dari tentara angkatan laut dan angkatan udara, laboratorium dan organisasi swasta yang melakukan penelitian dibiayai oleh pemerintah federal. Pandua materi ini adalah suatu indeks yang disebut laporan pemerintah kita. Kantor pelayanan teknis juga berfungsi sebagai pusat informasi mengenai data teknis dalam ion pagar betis dari pemerintah.
3.       Departement Angkatan Bersenjata U.S
            Departement tentara korps kimia (sering disebut layanan perang kmia). Dan beberapa lembaga lain tentara merupakan pekerjaan kimia. Banyak pekerjaan ide dilakukan oleh organisasi swasta di bawah kontrak dengan tentara. Departemen  Angkatan Laut. Kantor melakukan penelitian laut cukup banyak pekerja di kimia. Kerja juga dilakukan untuk angkatan laut oleh organisasi swasta berdasarkan kontrak.
            Departemen Angkatan Udara. Beberapa karya riset yang dilakukan oleh angkatan udar atau untuk itu oleh kontraktor adalah bunga kimia US Departemen kesehatan, pendidikan dan wallfware. Departemen termasuk badan-badan dari bekas badan federal. Pelayanan kesehatan public. Kimia banyak pekerjaan, termasuk biokimia, kimia organic, kimia farmasi dan banyak orang lain merasa iscarried pada institute nasional kesehatan. Administrasi makanan dan obat-obatan. Sebagaian besar dari pekerjaan badan-badan ini berkaitan dengan menegakkan hokum makanan dan obat-obatan. Memang banyak pekerjaan analisi dan merumuskan dan menerbitkan standard an metode analisis untuk makanan dan obat-obatan.
4.      Departemen dalam Negeri U.S
            Survey geologi. The survev’s geologi adalah cabang  tidak banyak bekerja di geokimia. Analisis bebatuan dan mineral dan studi distribusi pada reserves mineral deposit, termasuk petroleum. Sumber daya air dipelejari oleh cabang distribusi, kuantitas dan mineral baik dari permukaan dan air bawah tanah dari Amerika Serikat. Publikasi cabang sangat berharga pada informasi tentang air untuk domestic, pertanian, dan digunakan di industri.
            Beurau ranjau. Biro ini tidak dalam jumlah besar bekerja di utilitation mineral, persiapan dan utilitation logam dan non-logam, metalurgi, batu bara, gas, dan petroleum, bahan peledak (baik untuk makna dan penggunaan militer), dan explotion, sumber banyak ini adalah bunga kimia.
            Biro resources, statistic ekonomi telah banyak menerbitkan informasi mengenai logam, mineral, petroleum dan batu bara. Cabang ini juga mengumpul pasokan informasi tentang sumber daya mineral asing, persediaan, perdagangan dan item lainnya. Publikasi tunggal yang paling berharga dari biro tambang mineral adalah buku tahunan.
5.       Departemen Of The Treasury U.S
            Bahan-bahan yang dipublikasikan di sini sebagaian besar statistic. Biro pendapatan dan pendapatan statistic menunjukkan kembali oleh industridan kelompok industri, industri kimia diantara mereka. Biro data juga beguna untuk mengumpul industri alcohol. Biro lain menerbitkan statistic berguna bagi industri kimia.
6.      INDEPENDEN
Pendirian Komisi energy atom. Komisi menerbitkan  sejumlah besar kertas setelah informasi diklasifikasi dari status rahasia itu mener itkan kompilasi dari berbagai macam banyak karya ilmiah yang menarik yang paling berharga adalah ilmu nuklir abstrak yang mencakup dokumen-dokumen diklasifikasi dari komisi energy atom. Salinan dokumen rahasia biasanya didistribusikan oleh kantor pelayanan teknis (departemen perdagangan). Ada juga sejumlah perpustakaan di Amerika Serikat yang tekah ditetapkan sebagai perpustakaan untuk didepositori file lengkap yang tidak diklasifikasikan dan laporan yang diklasifikasiakn. Perpustakaan ini tercantum dalam pengantar untuk setiap angka ilmu nuklir abstrak.
            System cadang federal. Publikasi dari lembaga ini adalah dari kepentingan bisnis industri kimia, disamping cadangan mineral federal indeks produksi, system cadangan federal menerbitkan indeks yang berkaitan dengan kimia dan produk kimia. Dasar ilmu pengetahuan nasional. Dasar ilmu pengetahuan nasional diciptakan oleh tindakan kongres, 10 mei 1950 dalah sangat penting di ahen federal. Semua ilmuan termasuk ahli kimia, harus tetap berhubungan dengan tugasnya. Ini adalah satu-satunya lembaga yang bersangkutan dengan seluruh kebijakan untuk penelitian sains bagi bangsa-bangsa secara keseluruhan. Salah satu studi adalah survey pengembangan lembaga alfederal. Survey ini juga mencakup penelitian sedang dilakukan oleh kontrak agen dan pemerintah pendidikan atau lembaga nirlaba lainnya.
            Dari ilmu-ilmu akademis nasional dan dewan riset nasional. Sumber-sumber lain organisasi ini bukan lembaga pemerintah dalam sains biasa. Lembaga Smithsonian, lembaga ini diciptakan oleh kongres pada tahun 1846 di bawah syarat-syarat liar dari James Smithson, yang mewariskan kekayaannya kepada pemerintah AS. Hal ini sebagaian dari apresiasi oleh pendukung kongres. Lembaga yang mencakup banyak variable ilmiah dan teknis. Sebuah proporsi besar publikasi Smithsoni tidak dicetak pada biaya public dan tidak catalog untuk ditangani oleh pemerintah percetakan.
            Tariff komisi. Yang menrbitkan surfay berharga dan pembeljaran konferehensif dari banyak bahan kimia, produk kimia dan industri yang juga menyediakan banyak informasi tentang industri asing dan bahan-bahan statistic yang cukup besar. Komisis ini, biro asing dan perdagangan domestic, dan biro prinsip tambang adalah sumber informasi mengenai sumbar daya alam dan industri negara asing. Satu sangat berharga adalah publikasi laporan tahunan produksi dan penjualan ilmiah kimia organic, yang memberikan statistic dan menunjukkan pabrik dan penggunaan masing-masing dari ribuan produk ini juga memberikan diskusi mengenai pembangunan di setiap bidang.







Bagian X
BUKU-BUKU

A.    Defenisi
Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar. Setiap sisi dari sebuah lembaran kertas pada buku disebut sebuah halaman. Seiring dengan perkembangan dalam bidang dunia informatika, kini dikenal pula istilah e-book atau buku-e (buku elektronik), yang mengandalkan computer dan internet (jika aksesnya online).
B.     Penggunaan Buku Kimia
Buku kimia mempunyai peranan yang paling penting. Mereka memperkenalkan kepada pemula untuk bidang umum ilmu atau beberapa bagian dari itu, menjelaskan teori-teori baru dalam terang fakta telah diketahui, dan membantu untuk mengkordinasikan dan mensistemasikan pengetahuan. Mereka memberikan informasi, lengkap atau tidak, dalam bentuk yang disesuaikan untuk referensi cepat, dan membimbing pencari kembali ke sumber asli melalui karya kutipan bersejarah mencatat perkembangan ilmu pengetahuan, buku-buku popular melalui public ke dalam miseri dan menimbulkan minat dan dukungan, dan risalah di berbagai bidang kimia pembaca memberikan manfaat dari pengalaman kerja atau penelitian gabungan dari banyak pekerja. Siapa yang akan mengatakan bahwa ahli kimia dapat bergantung pada jurnal sendiri?. Kenyataan bahwa hamper 2.000 buku-buku baru menengenai kimia yang diterbitkan setiap tahun membuktikan permintaan mereka.
Buku menawarkan titik awal yang jaman dalam banyak literature pencarian. Jika subyek pencari baru, ia akan secara alami membaca pembahasan umum mengenai topic, jika seperti itu ada, maka beralih ke risalah yang lebih rinci, dan akhrnya menemukan jalan ke dalam jurnal kepustakaan. Di sisi lain, jika ia sedang mencari fakta tertentu, sebuah buku dapat memberikan apa yang dia inginkan dan pencariannya berakhir.
Keuntungan umum buku sebagai titik awal merupakan kemudahan referensi dan dalam banyak kasus, lebih atau kurang klasifikasi logis dari subjek. Kerugian mereka adalah bahwa mereka berada di luar tanggal pada saat mereka akan dicetak dan karenanya harus dilengkapi dengan jurnal yang lebih baru. Hal ini terutama benar untuk setiap topic yang sedang mengalami perkembangan pesat, seperti misalnya, kimia yang berkaitan dengan energy atom atau polimerisasi dan plastic.
Ahli kimia pada akhirnya tergantung pada sumber-sumber asli untuk informasi, dan dia akan kembali ke dalam setiap pencarian besar ini. Biasanya sumber aslinya adalah artikel jurnal atau paten, tetapi mungkin tesis, bulletin, atau bentuk lain publikasi terpisah. Kadang-kadang mungkin itu adalah sebuah buku. Kontribusi baru dari teori atau fakta baik jarang diterbitkan dalam bentuk buku oleh penulis saat ini. Kebanyakan buku adalah sumber informasi sekunder.
Penekanan khusus dalam pembahasan ini ditempatkan pada buku-buku yang berfungsi sebagai panduan untuk artikel asli dan dengan demikian sangat memudahkan fasilitas pencarian kepustakaan. Sebuah buku refrensi yang tidak menyebutkan kewenangan sepenuhnya harus dianggap sebagai tidak lengkap.
C.    Jenis-Jenis Buku Kimia
Jenis buku-buku kimia dan nilai refrensi mereka yang dapat dipertimbangakan dalam urutannya yaitu: karya-karya ensiklopedia, risalah cakupan yang luas, indeks, kamus rumus, buku-buku umum (termasuk buku cetak), monograf, kamus dan glosarium, buku-buku dari konstanta dan abel kompilasi, buku saku, penerbi serial, rumus-rumus, dan perdagangan catalog.
1.      Karya-karya Ensiklopedia
Karya ensiklopedia yang mencakup semua hal mengenai kimia jarang dicoba sekarang. Pengetahuan kita luas sehingga secara praktis tidak mungkin untuk menutupi semuanya dalam satu refrensi kerja, bahkan dengan menggunakan ringkasan yang relative pendek yang merupakan cirri khas dari sebuah ensiklopedia.
Baru-baru ini dan pada saat ini sangat besar batasan terhadap cakupan untuk pemilihan topic-topik tentang informasi yang paling sering dibutuhkan atau bidang tertentu dalam kimia. Nama karya-karya rujukan ini sering menyesatkan-itu sering disebut kamus. Mungkin bentuk ini timbul karena topic biasanya dimasukkan dalam rutan abjad. Ensiklopedi tersebut khususnya berguna jika yang ringkasannya relaif pendek dari sebuah topic yang dibutuhkan; orang yang meliputi referensi dan bibliografi yang berharga dalam pencarian lebih luas.
Ensiklopedi Baru-baru Ini
Thorpe’s Dictionary of Applied Chemistry (4th ed., 12 jilid., London,  Longmans, Green, 1937-1954). Edisi ini lebih luas cakupannya daripada yang sebelumnya dan merupakan karya acuan umum untuk berbagai cabang kimia dan industry kimia. Hal ini tidak lagi terbatas pada kimia terapan. Setelah volume 5, jauh lebih banyak penekanan pada kimia fisik dari kimia terapan, dan artikel fisik-kimia yang seharusnya sudah termasuk dalam jilid 1-5 kemudian dimasukkan dalam volume sebelumnya yang telah diubah judulnya sebanyak mungkin. Hanya empat jilid pertama edisi ini telah dikeluarkan ketika terputus oleh Perang Dunia II. Lima buku yang pertama diedit oleh Sir Jocelyn Thorpe dan Martha Whiteley, sisanya oleh Whiteley dan A. J. E. Welch, dengan asisten dari dewan redaksi (I. M. Heilborn, H. J. Emeleus, H. W. Melville, dan A. R. Tood). Entri, yang disusun secara alfabetis, panjang bervariasi dari beberapa baris ke sejumlah halaman, dan mencakup berbagai referensi ke artikel jurnal. Edisi ini memiliki indeks kolektif. Ini adalah ensiklopedia kimia yang paling komprehensif dan karya-karya refrensi yang sangat diperlukan. Edisi pertama Thorpe’s Dictionary Applied Chemistry muncul tahun 1300 dalam 3 volume, yang kedua dalam 5 volume dan ketiga (1921-1927) dalam 7 volume. Edisi ketiga memiliki lampiran dari 2 jilid (1934-1936). Edisi 1-3 yang diedit oleh Sir Edward Thrope.
Ensiklopedia lama
Fehling Neues HandwÖrterbuch der Chemie (10 vols., Braunschewig, Vieweg, 1871-1930) merupakan kelanjutan dari Liebig, Poggendorff, dan Wöhler (lihat bawah). Daftar pustaka yang baik dan mengandung banyak informasi tidak mudah ditemukan di tempat lain. Frémy’s Encyclopedia chimique (10 buku-buku tebal atau 94 jilid., di Paris, Dunod, 1882-1887, dengan indeks pada tahun 1899) adalah karya yang sangat komprehensif untuk semua bidang kimia dan mencakup hampir semua yang diketahui pada waktu dikeluarkan. Ensiklopedia ini berisi ribuan ilustrasi.

2.      Risalah atau Buku Penuntun
Jenis publikasi yang memperlakukan subjek secara sistematis dan memberikan banyak referensi ke jurnal kepustakaan, ada pada banyak bidang kima. Buku penuntun Jerman sering disebut “Handbücher”. Risalah yang sangat berharga sumber buku-buku dalam karya referensi karena mereka berkumpul dalam jumlah besar dari informasi. Salah satu kelemahan yang sangat besar dan yang komprehensif, seperti, misalnya, Beilstein’s Handbuch der organischen Chemie, adalah bahwa hampir mustahil untuk menjaga mereka di mana saja hampir up to date. Kelemahan lain untuk risalah besar yang muncul selama jangka waktu yang panjang adalah masalah bagian pertama sudah ketinggalan jaman sebelum karya selsai.
Namun, risalah sering berlaku system monograf; bagian yang harus begitu dihargai dan tanggal mereka dipertimbangkan. Untuk menentukan tanggal yang sebenarnya ketika sebuah bagian dari sebuah risalah ini dikeluarkan dan periode waktu yang meliputi, biasanya diperlukan untuk memeriksa kata pengantar dengan hati-hati, terutama dalam hal cetak ulang.
Hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam kaitannya dengan sebuah risalah dengan pencari yang tidak dikenal adalah kebutuhan untuk mempelajari metode mengorganisasi sebelum ia menggunakannya. Beberapa risalah memiliki indeks untuk setiap volume, sementara yang lainnya tidak, dan kualitas indeks bervariasi. Biasanya, metode ini mengorganisasi, singkatan yang digunakan, dan lingkup karya yang diberikan dalam kata pengantar atau pendahuluan. Tidak ada risalah yang mencakup kimia secara keseluruhan. Yang paling penting pada beberapa akan diberikan nanti.
3.      Indeks dalam Bentuk Buku
Jenis publikasi ini jarang menilai dalam kimia karena jurnal abstrak dan serial indeks adalah yang paling berguna untuk keputakaan. Ada beberapa indeks yang berharga dari kimia umum menarik dibahas dalam bab 8, Indeks. Beberapa hal lain telah dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan tertentu, seperti misalnya The Ring Index (Patterson dan Capell) untuk kimia organic, The Color Index (Rowe) unuk pewarna, dan beberapa rumus leksikon. Ini akan dipertimbangkan kemudian.


4.      Formula Lexicons
Formula Lexicons ini adalah buku dimana senyawa kimia disusun sesuai dengan rumus empiris dengan system yang sederhana, sehingga nama dan deskripsi kompleks dapat diubah sekaligus. Dalam kasus beberapa rumus oraganik, rumus empiris yang sama mewakili sejumlah besar senyawa, maka perlu untuk mengetahui sesuatu tentang nomenklatur. Ini adalah kelemahan dari rumus indeks. Jika seorang kimiawan berharap untuk mendapatkan informasi tentang senyawa tertentu dari sebuah penuntun atau jurnal abstrak. Dia harus tahu nama yang digunakan untuk itu, dan hal ini merupakan kesulitan dalam konsultasi mereka. Tatanama kimia telah meningkat secara bertahap sejak Guyton de Morveau dan rekan-rekannya memperkenalkan system tata nama pertama pada tahun 1787, namun masih ada nama-nama yang beragam untuk senyawa, terutama yang organic, dan nama-nama seringkali berbeda dalam berbagai bahasa. Di sisi lain, sesuai rumus kimia persis dengan komposisi dan internasional.
Tiga rumus leksikon yang diterbitakan antara 1884 dan 1926, tetapi tidak ada yang muncul setelah 1926 karena kebutuhan terhadap mereka sebagai publikasi terpisah berakhir setelah jurnal abstrak yang diterbitkan rumus indeks. Dua dari tiga leksikon ini adalah untuk senyawa oraganik (Richter dan Stelzner), dan yang lainnya (Hoffmann) adalah senyawa anorganik.
Max Moritz Richter’s Lexikon der Kohlenstoffverbindungenmeliputi senyawa organic. Edisi pertama muncul pada tahun1884, edisi ketiga dalam empat jilid dan membawa literature turun melalui 1909 (Leipzig, Voss, 1910-1912). Ini member refrensi untuk edisi ketiga Beilstein’s Handbuch der Chemie organischen dan untuk kepustakaan yang idak tercakup oleh Beilstein; itu sama besar dengan serangkaian utama edisi keempat Beilstein untuk periode yang dicakup. System dari penyusunan rumus pada Richter, yang diberikan dalam kata pengantar dalam empat bahasa, telah digunakan dalam indeks rumus sejumlaj jurnal dan karya refrensi sejak saat itu.
Robert-Stelzner’s Literature-Register der organischen Chemie (5 jilid., Berlin, Verlag Chemie, 1913-1926) mencakup periode 1910-1921 pada senyawa organik. Ia menggunakan system Richter untuk memasukkan rumus; itu memberi nama, dan tentang senyawa dan referensi penuh terhadap kepstakaan; tetapi tidak memberikan referensi kepada Beilstein. Stelzner’s Literatur-Register adalah sama banyak dengan lampiran pertama edisi keempat Beilstein’s Handbuch der organischen Chemie.
Ritcher’s Lexikon dan Stelzner’s Literatur-Register di antara mereka memberikan rumus dari sejumlah senyawa organic yang dikenal pada tahun 1921. Rumus indeks pertama yang pernak dikeluarkan untuk Beilstein’s Handbuch der organischen Chemie oleh penerbit muncul di edisi keempat, dan hal itu memberikan rumus untuk semua senyawa dalam seri utama dan lampiran yang pertama, tetapi mencakup kepustakaan pada tahun 1919. Namun, Richter dan Stelzner masih berguna karena mereka memasukkan senyawa pada bagian IV dari edisi keempat dari Beilstein yang tidak tercakup oleh indeks sendiri, dan untuk refrensi The Chemisches Zentralblatt yang dalam arti, mereka melayani sebagai suatu indeks rumus untuk senyawa organic pada tahun 1921.
MK Hoffmann’s Lexikon der anorganischen Verbindungen (3 vols.bound as 4, Leipzig, Barth, 1912-1919) memberikan rumus untuk semua analitis dan sintetis senyawa anorganik yang dikenal sampai tahun 1919 dan meliputi kepusakaan sampai April 1909. Karya ini tidak memakai sisem Richter untuk memasukkan rumus tetapi memiliki salah satu rumus sendiri yang dijelaskan dalam pendahuluan Volume 1, Bagian 1. Berisi refrensi sampai edisi ke-7 dari Gmelin-Kraut Handbuch der anorganischen Chemie (lihat halaman 26) dalam arti, ini adalah indeks rumus untuk itu.
Kini abstrak melalui indeks rumus untuk kedua senyawa organic dan anorganik pada tahun 1920, dan memulai Chemisches Zentralblatt memulai indeks rumus organic pada tahun 1925. Untuk periode 1910-1920 tidak ada kompilasi sistematis dari senyawa anorganik dengan rumus.
5.      Buku Umum (Termasuk Buku Pelajaran)
Selain penuntun raksasa ada sejumlah besar buku tentang kimia dalam semua aspeknya. Beberapa karya refrensi pada skala lebih kecil, beberapa buku pelajaran, dan beberapa buku pedoman praktis; sejarah dan juga karya-karya popular milik kelompok. Yang lebih penting dari itu sekarang yang digunakan akan ditemukan salam daftar kalsifikasi pada bab ini. Tidak jelas garis demarkasi dapat digambarkan antara karya refrensi dan banyak dari buku pelajaran lanjutan yang memperlakukan sebuah objek secara menyeluruh dan memberikan berbagai kutipan untuk jurnal kepustakaan.

6.      Monograf
Monograf adalah penuntun yang cukup penuh pada topic khusus. Karena rentang yang terbatas dapat memberikan informasi rinci yangdituntut oleh pekerja riset dan belum dapat dikendalikan menjadi ukuran dan dikeluarkan secara keseluruhan, bukan pada bagiannya. Dibandingkan dengan penuntun besar pada sunjek, serangan monograf menawarkan kerangka kerja yang lebih fleksibel. Kesinambungan umumnya tidak menderita oleh penambahan volume baru atau revisi lama sampai batas tertentu yang diinginkan.
Contoh dari serangkaian monograf pada subjek tertentu adalah Die Chemische Analyse, diterbitkan oleh Enke, Sutgart (1907); ada lebih monografi oleh berbagai penulis di seri ini, lebih banyak yang sekarang pada edisi ketiga.
Monograf pada kimia yang disponsori oleh American Chemical Society dan diterbitkan oleh Reinhold, New York, adalah contoh yang sangat baik dari monografi seharusnya; mereka memberikan ringkasan pengeahuan yang ada pada subjek tertentu dan mencakup banyak refrensi jurnal dan kepustakaan paten. Dua judul baru dalam American Chemical Society The furan, oleh A. P. Dunlop dan F. N. Peters (1953), dan Copper, yang disunting oleh Allison Butts (1954).
7.      Kamus dan Glosari
Kamus kimia adalah buku yang mendefenisikan istilah kimia dan memberikan penggunaannya. Sebuah karya yang berhubungan dengan mata pelajaran disusun dalam urutan abjad adalah sebuah ensiklopedia. Sayangnya, perbedaan ini belum pernah diamati dalam penamaan banyak karya kimia; istilah kamus dan ensiklopedia telah digunakan secara bergantiian dan kita harus melihat publikasi untuk mengetahui hal itu. The Bibliography of Monolingual Scientific and Technical Glossaries (Paris, UNESCO, 1955-, tersedia dari Kolombia Univ. Press, New York) adalah diklasifikasikan oleh subjek, daftar glosarium diterbitkan di banyak Negara dan banyak bahasa, dan mencakup semua cabang ilmu murni dan terapan untuk karya-karya yang ada; sejumlah besar kamus kmia disertakan. Bibliografi ini akan diterbitkan dalam beberapa jilid. Volume 1 (1955) dikhususkan untuk Standar Nasional.
Beberapa kamus yang paling berguna diantaranya adalah:
·         Bennet, Harry. 1947. Kimia dan Teknik Concise Dictionary. New York. Chemical Pub. Co, (1055 hlm).
·         Gardner. 1948. Chemical Synonyms dan Perdagangan Nama, 5th edition. Direvisi oleh El Cook, London, Technical Press., 558 hlm.
·         Hackh dan Grant’s Chemical Dictionary, 3rd ed., Philadelphia, Blakiston, 1944. 925 hlm.
·         Hayes, William, Kimia Perdagangan Nama dan Komersial Sinonim, 2nd ed., New York, Van Nostrand, 466 hlm.

8.      Buku Konstanta
Kimia sering membutuhkan untuk menggunakan data numeric relative terhadap sifat fisik dan sifat kimia zat serta jenis data numeric dalam karya mereka. Sejumlah besar materi factual ini telah disusun dalam buku-buku, biasanya dalam bentuk tabel. Kompilasi ini seharusnya dikonsultasikan erlebih dahulu untuk melihat apakah informasi yang diinginkan sudah dimasukan karena mencari jurnal kepustakaan untuk berbagai jenis informasi yang cenderung memakan waktu.
9.      Seri Penerbit
Buku ilmiah sering digunakan sebagai anggota dari rangkaian yang semuanya berada pada subjek umum yang sama. Beberapa seri seperti biasanya diatur oleh penerbit, tetapi mungkin hasil dari kesepakatan bersama antara penerbit dan beberapa organisasi ilmiah. Banyak dari mereka yang diedit oleh orang terkenal. Jika sebuah buku milik serangkaian disponsori oleh masyarakat ilmiah atau ke seri yang memiliki ilmuwanyang berkedudukan tinggi sebagai editor, kualitas pekerjaan terjamin.
American Chemical Society Monograph Series, yang dierbitkan untuk masyarakat oleh Reinhold, New York, adalah sebuah contoh yang luar biasa dari seri tersebut. Lainnya adalah Seri Energi Nuklir Nasional, yang dierbitkan oleh McGraw-Hill, New York; itu diatur melalui Departemen Perang Amerika Serikat dan Komisi Energi Atom.
Ada berbagai macam jenis buku yang diterbitkan dalam seri buku kimia; sebagian hanya terdiri dari monograf; lainnya dari buku pengajaran, dan lain-lain hanya dari laboratorium manual. Masih ada hal lain yaitu bermacam-macam koleksi yang mengindikasikan bahwa penerbi yang tidak mengkhususkan diri pada buku-buku ilmiah atau teknis dalam mengelurkan beberapa dari mereka.
Hal ini tidak perlu untuk mengetahui nama daris eri untuk memastikan keberadaan sebuah buku di dalamnya, karena masing-masing buku ini dikeluarkan secara terpisah di bawah judul dan pengarang sendiri oleh para penerbit dengan cara yang biasa. Kadang-kadang waktu yang tersimpan dalam menemukan sebuah monografi mengenai topic tertentu secara sepintas melalui seri daftar penerbit dan kemudian menunjuk catalog yang sesuai unttuk melihat apakah itu adalah anggota dari seri tertentu.
10.  Rumus
Rumus adalah buku tanda terima, mereka ini dimaksudkan terutama untuk yang mempunyai sedikit kecerdasan, tetapi mereka telah menggunakan itu dan kadang-kadang mereka memberikan informasi tentang aspek-aspek tertentu terapan kimia yang sulit untuk menemukan cara-cara lain. Dua buku yang paling berguna adalah:
·         Bennett, H. (ed.), The Chemical Formulary, 10 jilid., New York, Chemical Publishing Co, 1934-1956.
·         Hopkins, AA (ed.), Standard American Encyclopedi of Formulas, New York, Grosset & Dunlap, 1953.
11.  Perdagangan Katalog
Nilai catalog sebagai sumber informasi yang dibahas dalam kaitannya dengan perdagangan kepustakaan.

D.    Klasifikasi Refrensi Buku-buku Kimia
Dalam mempertimbangkan setiap jenis, contoh yang diberikan adalah dari minat kimia umum yang paling berguna. Kemudian, diklasifikasikan dafar dari buku-buku yang paling umum yang bermanfaat untuk berbagai bidang kimia. Buku refrensi yang lebih tua dimasukkan karena mereka sering berguna dalam pencarian paten dan dalam mencari informasi sebelum jurnal abstrak menutupi kepustakaan yang begitu seksama. System klasifikasi untuk buku-buku refrensi ini adalah bahwa digunakan untuk abstrak dalam Kimia Abstrak, dengan pengecualian bahwa kimia umum dipisahkan dari kimia fisik. Bagian terakhir bab ini barkaitan dengan mendapatkan informasi tentang buku-buku lama dan baru, dan dengan pembelian buku.
Bagian ini tidak dimaksudkan untuk mencakup semua buku referensi dalam setiap bidang kimia, tetapi untuk menunjukkan sifat dari material referensi yang tersedia dan daftar karya yang paling umum dan menarik. Untuk daftar buku yang lebih komprehensif. Ada pun buku-buku refrensi dalam bidang kimia adalah sebagai berikut:
1.      Apparatus, Plant Equipment, Unit Operations
Tidak ada ensiklopedia komprehensif atau penuntun dalam buidang ini. Sebagian besar buku yang disediakan untuk unit khusus operasi atau jenis peralatan. Beberapa karya umum adalah:
·         Coleman, H. S. 1951. Laboratory Design. New York: Reinhold (360 hlm).
Buku ini disusun pada saat melakukan penelitian nasional dan dikerjakan pada saat itu juga.
·         Jones, E. B. 1953. Instrument Technology. London: Butterworth. (Jilid 2 telah direvisi).
2.      Kimia Fisik
Karya kimia umum yang dalam grup dua dari klasifikasi Abstracts Kimia telah dipertimbangkan. Tidak ada penuntunyang komprehensif untuk kimia fisik karena ada organic dan kimia anorganik, tetapi harus diingat, sejumlah besar kimia fisiska yang terlibat dalam unsure-unsur kimia dan senyawa. Karya pada anorganik dan kimia organic dan Theorpe’s Dictionary of Applied Chemistry akan menghasilkan banyak informasi tentang kimia fisik. Sebagian besar buku-buku kimia fisik adalah buku-buku pelajaran umum atau monograf di bagian lapangan, seperti misalnya koloid, katalisis, dan termodinamika. Ada beberapa penuntun-penuntun dan buku-buku teks yang cukup komprehensif diantaranya yaitu:
·         Emschewiller, Guy. 1953. Chemie Physique 3rd vols. Paris: Presses Univ. de France.
·         Euken, Arnold. 1949. Lehrbuch chemischen der Physik, 3rd edition 2nd vols. Liepzig: Akademische Verlagsgesellscahft
·         Taylor, H. S. 1931. A Treatise and physical Chemistry 2nd edition. New York: Van Nostrand.
3.      Fenomena Elektronik dan Spectra
Rupanya tidak ada pembahasan komprehensif dari bidang ini kecuali yang diemukan dalam penuntun kimia fisik. Penuntuk di Fisika juga mendiskusikan berbagai fase itu. Buku-buku berikut, yang meliputi beberapa bagian dari subjek fenomena elektronik dan spectra, yang berguna:
·         Crowther, J. A. 1945. Ions Elektronic and Ionizing Radiation. London: Arnold. (322 hlm).
·         Massey, HSW, dan Burhop, EH. 1952. Elektronic and Ionic Impact Phenomen. Oxford: Clarendon Press. 669 hlm.
·         Sommerfeld, A. 1951. Atombau und Spektrallinien 2nd vols. Braunschewig: Vieweg.
4.      Fenomena Nuklir
Rupanya diskusi komprehensif dari fenomena nuklir dapat ditemukan hanya dalam penuntun kimia fisik atau fisika. Sulit untuk membuat saran bermanfaat dalam bidang yang berubah dengan cepat ini. Buku-buku ini akan embantu meraka yang tidak ahli dalam bidang ini untuk mendapatkan beberapa pengetahuan tentang hal itu diantaranya adalah:
·         Cooke, J. B. dan Duncan, J. F. 1952. Modern Radiochemical Practice. London: Oxford Univ. Press. (24 hlm).
·         Fermi, Enrico. 1950. Nuclear Energy. Chicago: Univ. of Chicago Press. (246 hlm).
·         Gamov, G., dan Critchfield, C.L. 1949.  Theory of Atomic Nucleus dan Nuklir Energi Sumber Daya 3rd edition. New York: Oxford Univ. Press. (344 hlm).
5.      Elektrokimia
Tidak ada penuntun besar dalam elektokimia; yang lebih kecil yang memang ada terbatas untuk senagian besar untuk diterapkan atau elektrokimia teknis. Diskusi terbaru dari prinsip-prinsip dan teori elektrokimia sebagai publikasi terpisah adalah jarang, tetapi karya yang lebih besar dalam kimia fisika meliputi materi teoretis ini. Beberapa karya rujukan yang bermanfaat;
·         Fichter, F. 1951. Organische Electrochemie 2nd edition. Dresden: Steinkopff. (359 hlm).
·         Cooway, B. E. 1952.  Electrochemical Data. New York: Elsevier. (374 hlm). Sebuah kompilasi dari berbagai jenis data yang berguna dalam karya elektrokimia.

6.      Kimia Anorganik
Penuntun
J. W Mellor’s. 1973. Comprehensive Treatise on Inorganic dan Theoritical Chemistry 16th vols. London: Longmans, Green. Merupakan yang komprehensif, tetapi tidak begitu lengkap sebagai penuntun Gmelin’s. Namun, pada bibliografi yang sangat lengkap, masing-masing volume memiliki indeks dan volume 16 berisi indeks umum. Karya ini bertujuan untuk memberikan penjelasan lengkap mengenai semua unsure-unsur dan senyawa yang dikenal dalam kimia organic dan mendiskusikannya, dimana mungkin, dalam hal kimia fisik. Tambahan volume (dalam redaksi: HVA Briscoe, AA Eldridge, dan GM Dyson) sedang dipersiapkan untuk membawa semua 16 jilid penuntun ternaru Mellor’s; publikasi mulai tahun 1956.
7.      Kimia Analitik
Ada beberapa refrensi komprehensif dari analisis kimia yang bekerja pada sebagian besar buku-buku terbatas pada fase tertentu itu. Juga jumlah buku yang ditujukan untuk salah satu metode kimia fisik analisis kimia beberapa referensi tersebut adalah:
·         Berl, W. G. 1951. Phisycal Methode in Chemical Analysis 2nd vols. New York: Reinhold.
Buku ini memberikan survey yang sangat baik dari metode yang digunakan sekarang sebagai analisis kromatograf, analisis potentometric, analisis polarographic, analisis konduktometri, analisis spectrographic, analisis colorimeter dan juga hal diluar kemungkinan penggunaan ini.
·         Beleher, R dan Wilson, CL. 1955. New Methods In Analytical Chemistry. New York: Reinhold. 300 hlm.
Buku ini tidak didasarkan pada teknik instrumental.
·         Feigl, Frizt. 1949. Spot Tests 2nd vols. Housto: Elsevier. Buku ini mencakup kimia organic dan kimia anorganik.

8.      Air, Kotoran, dan Kebersihan
Ada beberapa buku yang membahas tentang air, kotoran dan keberhasilan. Diantaranya adalah sebagai berikut:
·         Habbit, H.E. 1953. Sewage and Sewage Treatment 7th edition. New York: Wiley (674 hlm)
·         Hobbs, A. T. 1950. Manual of British Water Supply Practice. London: Institution of Water Engineers (927 hlm)
·         Radols, William. 1953. Industrial Wastes Their Disposal and Treatment. New York: Reinhold

9.      Tanah dan Pupuk
Ada banyak buku yang membahas tentang tanah dan pupuk, diantaranya:
·         Bear, F. E. 1955. Chemistry of the Soil. New York: Reinhold (384 hlm)
·         Lyon dan Buchman. 1952.  Natural and Properties of  Soil 5th edition. New York: Macmillan (608 hlm) termasuk salah satu buku yang unggul.
10.  Buku Mengenai Pestisida dan Pengontrol Hasil Panen
·         E. H. 1956. Chemistry and Uses of Pasticidies 2nd edition. New York: Reinhold (sebuah refrensi buku bernilai tinggi)
·         H. B. 1955. Plant Regulators in Agriculture. New York: Wiley.
11.  Buku Mengenai Kosmeti dan Pewangi
Ada banyak buku yang membehas mengenai kosmetik dan pewangi, diantaranya:
·         Bedonkian, P. Z. 1951. Perfumery Synthesis and Isolates. New York: Van Nostrand (496 hlm)
·         Gunter, Ernest. 1952.  The Essential Oils 6th vols. New York: Van Nostrand (salah satu buku terbaik dan mencakup secara luas yang ada pada cabang ilmu kimia).
12.  Bahan Bakar dan Hasil Karbonisasi
·         Huntington, R. L. 1950. Natural Gas and Natural Gasoline. New York: McGraw-Hill (605 hlm)
·         Lowry, H. H. 1945. The Chemistry of Coal Utilization 2 vols. New York: Willey.
Buku ini disiapkan oleh ahli dibawah lindungan dewan penelitian nasional. Buku ini sangat luas pembahasannya tentang batu bara dan semua hasil yang diperoleh dari karbonisasi, hidrogenasi dan metode lainnya.
13.  Minyak Bumi, Minyak Pelumas, Aspal
·         Abraham, H. 1944. Asphalt and Allied Substance 5th edition. New York: Van Nostrand.
·         Ellis, Carleton. 1934. Chemistry of Petroleum Derivativies 2nd vols. . New York: Reinhold.
Buku ini sangat luas dan memiliki daftar pustaka yang banyak yang membahas literature.






DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2011.Indeks. http://stimykpn.ac.id/new/index.  Diakses tanggal 18 Februari 2011 di Makassar.
Chang, Raymond.2005.KIMIA DASAR Konsep-konsep Inti Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
Dewi, Retno.2000. LITERATUR KIMIA. Yogyakarta : Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada.
Hadi, Sutrisno.  2000. Bimbingan Menulis Skripsi dan Tesis Jilid 1. Andi Yogyakarta : Yogyakarta.
Purba, Michael. 2006. KIMIA untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga.
Rifai, Mien A. 2001. Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan dan Penerbitan Karya Ilmiah Indonesia. UGM : Yogyakarta.
Wolman, Yechesked.1991. Informasi Kimia. Bandung : Penerbit ITB.
Anonim A. 2010. ‘’Studi Kepustakaan”.http://sayudjberbagi.wordpress.com/ 2010/04/23/studi-kepustakaan/. Diakses pada tanggal 4 Maret 2011.
Anonim B. 2011. “Objektivitas Ilmu”.http://www.scribd.com/doc/45477173/ Objektivitas-Ilmu.html . Diakses pada tanggal 4 Maret 2011.

Kurniawati, Lestari. 2008. “Subjektivitas dan objektivitas : Nilai-nilai

Dalam Pengkajian Sejarah”. http://lestarikurniawati.blogspot.com/2008/12/subjektivitas-dan-objektivitas-nilai.html . Diakses pada tanggal 24 Maret 2011.
Evelyn, McBlain, 1945. Chemistry English news. New York
Government Printing Office. 1947. Report of the Public Printer. Wangshington D.C.
Staff Report. 1953. Chemistry English News. New York